Nelayan Rembang Masih Nekat Produksi Cantrang

Jumat, 6 Februari 2015 | 17:06 WIB
Ilustrasi ka[al nelayan Rembang (Foto:Pujianto)

Ilustrasi ka[al nelayan Rembang (Foto:Pujianto)

 

REMBANG, mataairradio.com – Sejumlah nelayan Rembang diketahui masih nekat memproduksi jaring cantrang baru, setidaknya hingga Jumat (6/2/2015) ini.

Padahal, Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti sudah tegas melarang dan berkeras tidak akan mencabut larangan penggunaan cantrang.

Para nelayan bahkan diketahui memproduksi jaring terlarang itu di lokasi dekat Pos TNI Angkatan Laut (Posal) Rembang.

Komandan Posal Rembang Lettu Laut Hartono belum akan menindak mereka karena Menteri Susi masih memberikan waktu sembilan bulan, sebelum menertibkan cantrang.

“Namun kami menyarankan agar nelayan cantrang segera bersiap dengan alat tangkap jenis baru, misalnya purseseine atau mini purseseine,” katanya.

Hartono pun tak memungkiri masih ada 30-an kapal cantrang yang mengabarkan kepadanya melaut, dalam seminggu terakhir.

Kepala Bidang Perikanan Tangkap Dinas Kelautan dan Perikanan Rembang Sa’roni menambahkan, nelayan cantang yang surat izin penangkapan ikan atau SIPI-nya masih berlaku, memang masih diperbolehkan melaut hingga September mendatang.

“Saat menerima perwakilan nelayan, dinas kelautan dan perikanan, serta Plt Bupati Rembang, Menteri Susi kukuh tidak akan merevisi apalagi mencabut peraturan mengenai larangan penggunaan jaring cantrang,” katanya.

Menteri optimistis, langkah itu akan menyelamatkan ekosistem laut di masa depan.

Sa’roni juga mengatakan, nelayan Rembang diminta menunggu petunjuk pelaksanaan dan petunjuk teknis terkait penerapan Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 2 Tahun 2015 yang memuat larangan cantrang.

“Saat ini, baru juklak dan juknis untuk transshipment (alih muatan di tengah laut) yang dibuat,” tandasnya.

Suyoto, tokoh nelayan Desa Tasikagung Kecamatan Rembang mengakui, semenjak muncul larangan dari Menteri Susi, kapal cantrang takut beroperasi di perairan dekat pulau yang anti-cantrang.

“Kami berharap Menteri segera mengeluarkan petunjuk pelaksanaan dan teknis yang meringankan nelayan cantrang,” katanya.

Sebelumnya, pada 28 Januari kemarin, tiga ribuan nelayan, isteri nelayan, bakul, dan pengusaha pengolahan ikan di Kabupaten Rembang berunjuk rasa ke Kantor Dinas Kelautan dan Perikanan serta DPRD Rembang.

Mereka menuntut aturan Menteri Susi yang melarang cantrang dicabut.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan