Nelayan Rembang Tak Lanjutkan Panen Udang di Lautan

Sabtu, 1 Februari 2014 | 14:48 WIB
Perahu nelayan di Desa Tunggulsari Kecamatan Kaliori.

Perahu nelayan di Desa Tunggulsari Kecamatan Kaliori.

KALIORI, MataAirRadio.net – Sejumlah nelayan di Kabupaten Rembang memilih tak melanjutkan panen tangkapan udang di lautan akibat cuaca buruk disertai angin kencang yang kembali terjadi sejak Kamis (30/1) kemarin hingga Sabtu (1/2) ini.

Yauma, salah satu tokoh nelayan di Desa Tunggulsari Kecamatan Kaliori menyebutkan, selama dua minggu sebelum Kamis (30/1) kemarin, nelayan menikmati panen tangkapan udang. Kala itu, dalam sehari saja bisa diperoleh rata-rata 20 kilogram udang. Harganya pun mahal, bisa lebih dari Rp100.000 per kilogram.

Namun tiga hari terakhir ini, mereka memilih tidak memaksakan diri melaut. Sebenarnya jika nekat, nelayan masih mungkin mendapatkan 5-10 kilogram udang. Namun angin kencang membuat nelayan tidak kuat menarik jaring secara manual. Jaring pun rawan rusak dan putus. Jika sudah begitu, mereka terancam kehilangan jaring yang harganya mencapai Rp300.000 per tinting.

Pilihan nelayan untuk kembali libur melaut, menurut tokoh nelayan yang baru saja menyabet penghargaan dari Presiden ini, juga karena ada nelayan yang mengalami kecelakaan laut akibat nekat melaut pada saat cuaca buruk, baru-baru ini.

Dia menuturkan, salah satu nelayan setempat bernama Suratno, hampir menjadi korban ganasnya cuaca buruk gara-gara memaksakan diri menangkap udang seorang diri di perahunya. Beruntung, meski bahteranya bocor, Suratno masih mampu menyelamatkan diri setelah apung di lautan selama tiga jam.

Sejak kejadian itu hingga Sabtu (1/2) ini, nelayan kecil di desanya memilih mengisi hari-hari dengan memperbaiki jaring agar siap dipakai lagi ketika cuaca membaik.

Suwarno, nelayan di Desa Pangkalan Kecamatan Sluke juga mengaku libur melaut karena angin bertiup kencang. Nelayan desa setempat kini juga sibuk mengemit perahunya pada malam hari karena khawatir bahteranya digondol ombak.

Kepala Satuan Polisi Perairan Polres Rembang Iptu Roy Irawan menyebut cuaca di Perairan Laut Jawa tidak menentu. Nelayan diimbau agar menambah jangkar dan menguati tali tambatan perahunya untuk menghindari cukrik lepas secara liar. Demi kesehatan dirinya pun meminta menunda melaut untuk sementara. (Pujianto)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan