Nelayan Kragan dan Sarang Resahkan Pencurian Ring Kapal

Rabu, 26 Februari 2014 | 16:53 WIB
Kapal nelayan Rembang

Kapal nelayan Rembang

SARANG, MataAirRadio.net – Nelayan di Kecamatan Kragan dan Sarang dibuat resah oleh maraknya aksi pencurian ring dari kuningan, yang biasa dijadikan bandul pemberat jaring. Aksi pencurian disebut sering terjadi terutama saat tangkapan ikan sedang sepi seperti sekarang.

Pencuri beraksi saat pemilik kapal lengah. Maling menggasak ring kuningan yang sudah diset di atas kapal. Nilai ring kuningan yang ada pada satu kapal mencapai enam juta rupiah.

Shodiqin Yasir, salah satu pemilik kapal di wilayah Sarang mengatakan, kerugian tidak hanya ring. Jika kehilangan itu tidak segera disadari dan kapal terlanjur berangkat melaut, awak kapal menjadi tidak bisa bekerja alias terpaksa kembali. Padahal nilai perbekalan mencapai Rp20 juta.

Lantaran maraknya aksi pencurian ring kapal, nelayan berharap kepada aparat terkait agar mengintensifkan patroli perairan. Apalagi hingga hari Rabu (26/2) ini, polisi maupun pihak keamanan laut belum juga mampu membekuk para pelaku.

Komandan Pos TNI Angkatan Laut Rembang Letda Hartono mengakui, aksi pencurian ring kapal dilaporkan banyak terjadi di Kragan dan Sarang. Namun pihaknya tidak banyak bisa berbuat, karena keterbatasan sarana berupa perahu karet untuk operasi dan patroli.

Menurut dia, sebenarnya ada pos pantau milik TNI Angkatan Laut di Kragan. Hanya saja, dukungan perahu karetnya tidak ada. Setiap kali patroli dan operasi, pihaknya mengandalkan pinjaman perahu karet milik Dinas Perhubungan.

Kapolsek Kragan AKP Siswanto menyatakan pihaknya sering menggelar patroli di kawasan pesisir. Hanya saja ada kendala yakni posisi kapal berada cukup jauh dari bibir pantai, sehingga pengawasan menjadi terbatas. Dia mengusulkan, nelayan menyediakan perahu untuk patroli bersama agar mempersempit ruang gerak pencuri.

Pihak Komisi B DPRD Kabupaten Rembang sudah pernah mengusulkan pengadaan perahu karet untuk mendukung kinerja TNI Angkatan Laut kepada Pemkab. Namun harga perahu karet yang mencapai satu miliar rupiah, membuat pemkab belum merealisasikannya. (Pujianto)

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan