Nelayan Laporkan Dugaan Penggelapan Dana Siping ke Kejari

Senin, 22 Februari 2016 | 19:26 WIB
Shodiqin Yasir (tengah) menunjukkan berkas laporan didampingi Wakil Ketua HNSI Rembang Nur Wakhid (kiri) usai melaporkan pihak TPI Sarang, Senin (22/2/2016) pagi. (Foto: Pujianto)

Shodiqin Yasir (tengah) menunjukkan berkas laporan didampingi Wakil Ketua HNSI Rembang Nur Wakhid (kiri) usai melaporkan pihak TPI Sarang, Senin (22/2/2016) pagi. (Foto: Pujianto)

 

REMBANG, mataairradio.com – Sejumlah nelayan dari Kecamatan Sarang melaporkan dugaan penggelapan dana simpanan irang pinggiran (Siping) oleh pihak TPI setempat kepada pihak Kejaksaan Negeri Rembang, Senin (22/2/2016) siang.

Mereka terpaksa melapor ke pihak kejaksaan setelah dana Siping yang mestinya sudah harus dibagikan pada awal tahun, justru tak kunjung dibagi sampai hampir akhir Februari ini.

Nilai Siping yang belum dibagi itu mencapai satu miliar rupiah lebih serta merupakan gabungan dari simpanan nelayan dan bakul.

Shodiqin, Wakil Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Rembang yang mendampingi nelayan mengaku melaporkan dua karyawan yang tadinya bekerja di TPI Sarang, tapi kini dimutasi di TPI Kragan.

“Salah satunya berperan sebagai juru bayar dan diduga menggelapkan dana Siping. Kami laporkan dinas (Dinas Kelautan dan Perikanan) juga yang tidak bisa mengontrol anak buahnya,” ungkapnya.

Shodiqin yang juga merupakan mantan Anggota DPRD Rembang ini menjelaskan, dana Siping dibagi dalam dua tahap. Tahap pertama di awal tahun sedangkan tahap kedua pada sekitar Juli sampai Agustus.

“Dana Siping dibutuhkan nelayan saat musim baratan yang sepi tangkapan seperti saat ini,” tandasnya.

Nur Wakhid, Wakil Ketua HNSI Rembang lainnya menambahkan, keterlambatan pembagian Siping dari TPI Sarang ke KUD Misoyo Mardi Mino sudah sering terjadi.

“Nelayan resah karena mereka kini sedang paceklik. Laporan ini sebagai pembelajaran bagi pihak TPI Sarang agar jadi tertib,” tegasnya.

Sebenarnya, ada banyak nelayan yang ingin ikut datang menguatkan laporan dugaan penggelapan dana Siping kepada pihak kejaksaan.

“Namun kami larang ramai-ramai seperti saat berunjuk rasa di TPI Sarang tempo hari. Sebab yang penting, pihak kejaksaan menindaklanjuti laporan kami,” katanya menekankan.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Kejari Rembang Efendi menyatakan akan mempelajari laporan yang dilayangkan oleh nelayan Sarang.

“Kami akan menindaklanjuti laporan ini sesuai prosedur yang berlaku,” terangnya.

Pihaknya akan segera membuat surat perintah kepada Kasi Intel untuk melakukan pencarian serta pengumpulan data dan bahan keterangan di lapangan guna mengkaji kevalidan laporan.

“Kami punya waktu tujuh hari untuk menelaah laporan,” pungkasnya.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan