Nelayan Kecil Rembang dalam Bahaya Dampak Pancaroba

Jumat, 9 Oktober 2015 | 18:40 WIB
Kapal nelayan Rembang di PPP Tasikagung. (Foto: Pujianto)

Kapal nelayan Rembang di PPP Tasikagung. (Foto: Pujianto)

 
REMBANG, mataairradio.com – Pihak Pos TNI Angkatan Laut (Posal) Rembang menyatakan nelayan kecil yang melaut dengan perahu berbobot mati di bawah 10 gross ton atau GT berada dalam bahaya, seiring datangnya pancaroba atau peralihan dari musim kemarau ke penghujan.

Komandan Posal Rembang Lettu Laut Hartono kepada mataairradio, Jumat (9/10/2015) pagi mengaku sudah berkoordinasi dengan BMKG agar bisa menyerukan langkah antisipasi bagi nelayan kecil.

“Pancaroba berlangsung mulai Oktober sampai November,” terangnya kepada mataairradio.

Hartono juga menjelaskan, pancaroba mengakibatkan pergantian arah angin dari angin musim timur ke musim barat, yang memicu terjadinya gelombang tinggi, antara 1,5-2 meter.

“Terhadap nelayan kecil yang nekat melaut, kami berharap agar mereka melengkapkan alat keselamatan. Pelampung terutama,” katanya.

Mengenai areal melaut yang relatif aman bagi nelayan kecil pada masa peralihan musim atau pancaroba, Komandan Posal menyatakan melaut di tepi pun bahaya.

“Tetapi nelayan bisa menyikapinya dengan pintar membaca situasi,” tandasnya.

Hartono mengungkapkan, ombak tinggi di masa pancaroba, diperkirakan berlangsung pada sore hingga malam hari, tetapi cenderung mereda pada pagi hingga siang hari.

“Karena nelayan kecil lebih sering melaut dalam hitungan jam, mereka kami sarankan memanfaatkan waktu tersebut,” jelasnya.

Dari hasil koordinasi pihak Posal Rembang dengan BMKG Jawa Tengah di Semarang, sejak dini hari atau selepas pukul 00.00 WIB hingga siang hari kira-kira pukul 13.00 WIB, gelombang cenderung landai, sehingga cuaca laut relatif bersahabat bagi nelayan.

Lettu Laut Hartono menyatakan sudah melansir potensi bahaya akibat dampak pancaroba itu ke kalangan nelayan antara lain lewat komunikasi radio.

“Selain itu juga lewat beberapa kelompok nelayan,” katanya.

Dia menambahkan, ombak besar diprediksi akan terus tinggi. Bahkan pada November sampai Desember mendatang, ketinggian ombak bakal mencapai 3-4 meter.

“Pada masa di dua bulan tersebut, kami mempertimbangkan mengeluarkan edaran larangan melaut secara total,” pungkasnya.

 
Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan