Nelayan Rembang Dilarang Melaut Karena Cuaca Buruk

Kamis, 16 Januari 2014 | 13:42 WIB
Perairan Rembang

Perairan Rembang

REMBANG, MataAirRadio.net – Nelayan di Kabupaten Rembang dilarang melaut menangkap ikan untuk sementara karena cuaca buruk melanda wilayah laut setempat. Larangan tersebut berlaku tidak hanya bagi nelayan kapal cantrang, tetapi juga nelayan kecil.

Komandan Pos TNI Angkatan Laut Rembang Letda Hartono mengatakan, gelombang laut hingga hari Kamis (16/1), cukup tinggi. Ombak di tengah lautan mencapai tiga hingga lima meter. Menurutnya, Syahbandar Pelabuhan Kelas III Rembang telah menerbitkan larangan melaut bagi nelayan dalam dua hari ini.

Sementara itu, bagi nelayan kapal cantrang yang masih berada di lautan, telah diimbau untuk segera merapat ke pulau terdekat. Sekitar 40 kapal cantrang dilaporkan sudah berlindung di Pulau Karamian akibat cuaca buruk. Pihak Pos Angkatan Laut berkomunikasi intensif dengan mereka.

Komandan Pos Angkatan Laut Rembang melalui pos pantau di Sarang, Kragan, Bonang, dan Kaliori telah memberikan imbauan dan larangan bagi nelayan kecil untuk libur total melaut. Meski demikian, begitu cuaca sedikit membaik, mereka boleh melaut menangkap ikan.

Hanya saja, perlengkapan keselamatan tetap perlu dipastikan karena cuaca ekstrem bisa datang secara tiba-tiba. Hartono meminta nelayan kecil agar tidak melaut dulu pada jarak lebih dari empat mil atau tujuh kilometer.

Menurutnya, dengan melaut pada jarak tak jauh dari pantai, nelayan bisa cepat-cepat berlindung manakala terjadi perubahan cuaca secara ekstrem.

Munawar, nelayan dari Dukuh Ngujung Kelurahan Tanjungsari Kecamatan Rembang mengaku sudah seminggu ini tidak melaut karena cuaca buruk. Sebelumnya, dia mengaku biasa melaut pada jarak 10 mil dari pantai.

Dia membenarkan perubahan cuaca di laut bisa terjadi secara ekstrem. Tidak hanya ombak besar tetapi juga angin kencang. Karena rentan risiko, dia memilih libur melaut menangkap ikan untuk sementara. Untuk sementara ini, dia membiayai kebutuhan hidup keluarganya dari tabungan. (Pujianto)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan