Ini Nama 15 Kapal Rembang yang Disandera di Masalembu

Senin, 3 November 2014 | 16:01 WIB
Daftar nama 15 Kapal Rembang yang disandera di Masalembu. (Foto:Pujianto)

Daftar nama 15 Kapal Rembang yang disandera di Masalembu. (Foto:Pujianto)

 

REMBANG, mataairradio.com – Pertemuan antara pemilik kapal dengan pihak Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Rembang dan berbagai pihak terkait di Kantor Dinas Kelautan dan Perikanan Rembang, mengungkap nama-nama kapal yang disandera oleh kelompok nelayan Masalembu, Sumenep.

Dari 15 kapal, 12 di antaranya milik nelayan di Kecamatan Sarang, sedangkan tiga lainnya milik nelayan di Kecamatan Kragan. 15 kapal itu berbobot mati rata-rata 30 gross ton dengan alat tangkap jenis pukat hela atau trawl.

Adapun 12 kapal dari wilayah Kecamatan Sarang yang ditangkap karena dianggap melanggar zona melaut, masing-masing KM Jaya Indah milik Badrus, KM Rizal Sejati milik Maimun, KM Sido Lancar milik Wartum, serta KM Ronggo Warsito dan KM Loh Jinawe milik Sami’an.

Kemudian, KM Sumber Laut milik Muslikan, KM JP milik H Muslik, KM Putra Sukses Baru milik Asrofi, KM Barokah milik Mudi, KM Manggala Baru milik Sholeh, KM Eka Baru milik Gunawan, dan KM Sri Pahala milik Maman.

Sementara tiga kapal dari wilayah Kecamatan Kragan yang turut disandera di Masalembu masing-masing KM Sri Bunga milik Kusnadi, KM Shofiratul Khoir milik Muklisin, dan KM Shofiratul Rohmah milik Abdul Kholik.

15 kapal motor nelayan jenis mini purseseine dari Kabupaten Rembang sebelumnya dikabarkan ditangkap oleh petugas di wilayah Perairan Masalembu Kabupaten Sumenep, Provinsi Jawa Timur, pada Minggu (2/11/2014) dini hari sekitar pukul 02.00 WIB.

Kapal-kapal itu ternyata ditangkap oleh kelompok nelayan Masalembu, karena dianggap melanggar zona larangan melaut di kawasan perairan nelayan tradisional di wilayah itu. 375 awak kapal disandera tidak boleh melaut dan pas kapal mereka disita.

Kelompok nelayan Masalembu menginginkan agar kapal yang menggunakan alat tangkap jenis trawl tidak memasuki perairan di bawah 30 mil. Padahal, di Peraturan Menteri Kelautan Nomor 2 Tahun 2011, kapal berpukat hela atau trawl boleh menangkap ikan hingga 12 mil.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan