Muttaqin Tak Soal Satu Blok dengan Salim di Kedungpane

Friday, 28 March 2014 | 14:29 WIB
Abdul Muttaqin (berbaju kotak-kotak) seusai diperiksa di Kejaksaan Negeri Rembang, belum lama ini. (Foto Pujianto)

Abdul Muttaqin (berbaju kotak-kotak) seusai diperiksa di Kejaksaan Negeri Rembang, belum lama ini. (Foto Pujianto)

REMBANG, MataAirRadio.net – Tersangka korupsi dana PPID tahun 2011 di Kabupaten Rembang Abdul Muttaqin mengaku tidak mempermasalahkan jika ditempatkan satu blok dengan tersangka korupsi dana tak tersangka APBD tahun 2006-2007 Mochammad Salim di Lapas Kedungpane Semarang.

Seperti diketahui, Salim yang merupakan Bupati Rembang disebut oleh Muttaqin berada di balik skandal dugaan korupsi dana PPID. Pengacara Abdul Muttaqin, Darmawan Budiharto mengatakan, kliennya tetap pada pendirian, yakni mengungkap tuntas aktor-aktor dalam kasus dugaan korupsi proyek senilai Rp1,5 miliar.

Jumat (28/3) pagi, pihak Abdul Muttaqin mendapat kabar jadwal persidangan perdana kasus PPID pada Rabu 2 April 2014. Darmawan menyebutkan, baru berkas perkara kliennya yang dilimpahkan ke Pengadilan Tipikor Semarang. Sementara pelimpahan tersangka dilakukan bersamaan dengan sidang perdana.

Kepada pengacaranya, Abdul Muttaqin tidak memberikan pesan khusus. Darmawan mengaku hanya berkoordinasi dengan kliennya seputar dakwaan jaksa yang sudah diterima. Menurutnya, pihak Abdul Muttaqin masih mempelajari dakwaan itu, untuk memutuskan melakukan pembelaan atau tidak di persidangan nanti.

Darmawan mengungkapkan, kliennya didakwa melanggar primer Pasal 2 dan subsider Pasal 3 Undang-Undang tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Muttaqin terancam hukuman penjara minimal enam tahun dan maksimal seumur hidup.

Disinggung soal dampak jeda pelimpahan berkas Abdul Muttaqin dan Agus Supriyanto yang menjadi tersangka lain dalam kasus PPID, Darmawan menyebut tidak ada masalah. Sebab, saksi-saksi di tersangka Muttaqin, hampir semuanya dipakai untuk tersangka Agus Supriyanto. Komitmen dua tersangka itu sama yakni membongkar skandal dugaan korupsi ini. Keduanya klien Darmawan.

Diberitakan sebelumnya, Abdul Muttaqin menyimpan sejumlah keterangan penting yang disebut sebagai kartu as dalam kasus dugaan korupsi dana PPID 2011. Informasi penting itu diklaim bisa menguak keterlibatan tersangka baru pada kasus korupsi proyek peningkatan jalan antara Tegaldowo hingga Wonokerto.

Dalam testimoni Abdul Muttaqin yang dirilis ke kalangan wartawan belum lama ini, terungkap keterlibatan Bupati Mochammad Salim, dan sejumlah petinggi perusahaan milik keluarga Salim, serta pimpinan dari organisasi masyarakat setempat. Testimoni Muttaqin dibuat dengan tulisan tangan pada tiga lembar kertas folio dan bermaterai cukup. (Pujianto)




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan