Musorkab Jelang Pilkada, Panitia Usulkan Syarat Khusus

Selasa, 4 Agustus 2015 | 18:19 WIB
Sekretaris Panitia Musorkab untuk KONI Rembang Heri Susetyo memberikan keterangan pers di Kantor KONI Rembang, Selasa (4/8/2015). (Foto: Pujianto)

Sekretaris Panitia Musorkab untuk KONI Rembang Heri Susetyo memberikan keterangan pers di Kantor KONI Rembang, Selasa (4/8/2015). (Foto: Pujianto)

 
REMBANG, mataairradio.com – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Rembang akan menggelar musyawarah olahraga kabupaten (Musorkab) di Pendapa Museum Kartini, 10-11 Agustus nanti. Panitia Musorkab mengusulkan syarat khusus, yaitu calon ketua umum mesti netral dari partai politik.

Sekretaris Panitia Musorkab Rembang Heri Susetyo dalam jumpa pers di Kantor KONI setempat, Selasa (4/8/2015) pagi mengatakan, induk olahraga ini mestinya tidak dibawa-bawa ke ranah politik praktis.

“Kami mengusulkan agar calon ketua umum KONI tidak memiliki afiliasi politik, termasuk dengan organisasi massa atau ormas yang berada di bawah partai politik,” ungkapnya.

Namun, khawatir panitia dianggap membatasi hak seseorang, usulan syarat khusus itu akan diputuskan dulu di sidang pleno tata tertib.

Heri mengakui, pelaksanaan Musorkab kali ini, setidaknya sudah sekali mengalami pemunduran karena sempat akan digelar pada Mei lalu.

“Karena faktor teknis, pelaksanaannya diundur menjadi pada 10-11 Agustus ini, dan itu tidak mundur lagi agar tidak terjadi kekosongan kepengurusan,” tandasnya.

Persis sepekan sebelum pelaksanaan Musorkab, sejumlah nama calon ketua umum muncul, antara lain Ketua Persatuan Catur Seluruh Indonesia (Percasi) Daryono dan Ketua Umum KONI yang baru saja habis masa jabatannya, Sutarjo.

Sekretaris panitia mengaku tidak mencium adanya aroma politik uang di Musorkab kali ini. Dia juga mengaku belum mendengar aksi bagi-bagi uang yang terima oleh pihak cabang olahraga, pemilik hak pilih.

“Panitia berharap, musorkab berjalan secara fair, tanpa dikotori politik uang,” harapnya.

Heri Susetyo yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Bidang Organisasi KONI Rembang menambahkan, pemilik hak suara adalah pengurus cabang yang masih aktif masa kepengurusannya.

“Dari 28 cabang olahraga di lingkup KONI Rembang, empat di antaranya sudah habis masa berlakunya,” bebernya.

Sekretaris KONI Rembang yang juga baru saja demisioner Syaiful Boerhan menyebutkan, empat cabang olahraga yang sudah habis masa kepengurusannya adalah tenis lapangan, renang, sepak takraw, dan senam.

“Empat cabang itu masih mungkin memiliki hak suara, jika bisa menggelar musyawarah pemilihan pengurus baru dan mendapat SK dari Provinsi, paling lambat sehari menjelang Musorkab. Tapi ini kami akan komunikasi dulu dengan Provinsi,” pungkas Boerhan.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan