Musim Kemarau, Pelayanan Suplai Air dari PDAM Rembang Digilir

Kamis, 12 Juli 2018 | 19:52 WIB

Direktur PDAM Rembang, Muhammad Affan, saat ditemui mataairradio.com. (Foto : Mukhammad Fadlil)

 

REMBANG, mataairradio.com – Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Rembang melakukan penggiliran suplai air terhadap pelanggannya.

Direktur PDAM Rembang Muhammad Affan menjelaskan, penggiliran suplai air terhadap pelanggan merupakan kebijakan untuk menghadapi musim kemarau.

Menurutnya, kebijakan itu sengaja diambil karena hingga Kamis (12/7/2018) pasokan air baku dari beberapa sumber air mulai berkurang, akibat debit air turun.

Ia menyebutkan, sumber air yang mengalami turun debit itu adalah Embung Grawan Kecamatan Sumber, Jatimudo Kecamatan Sulang, dan Mudal di Kecamatan Pamotan.

Disinggung soal keluhan pelanggan atas suplai air yang sering macet, Affan mengatakan, itu bisa jadi pelanggan yang belum mendapatkan sosialisasi dari PDAM terkait kebijakan penggiliran suplai air ke pelanggan.

“Untuk menghadapi musim kemarau kami akan melakukan penghematan air, dengan melakukan inspeksi terhadap pemotongan jaringan air atau pencurian air oleh oknum yang tak bertanggung jawab,” ujarnya.

Ia mengimbau kepada masyarakat supaya ikut serta menghemat air, salah satunya melalui mematikan keran air jika sudah tidak digunakan.

“Masyarakat juga harus ikut berpartisipasi untuk antisipasi kekeringan dalam menghadapi musim kemarau. Bentuk pertisipasi bisa melalui menutup keran air ketika sudah tidak diapakai,” harapnya.

Sebelumnya, di media sosial banyak keluhan warga atas pelayanan PDAM terkait kebijakan penggiliran pasokan air sekaligus kualitas air yang dinilai buruk.

 

Penulis: Mohammad Siroju Munir
Editor: Mukhammad Fadlil

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan