Museum Kartini Rembang Sepi Pengunjung di Liburan Sekolah

Kamis, 3 Juli 2014 | 15:05 WIB
Baliho Mueum Kartini Rembang. Foto:Rif)

Baliho Museum Kartini Rembang. (Foto:Rif)

REMBANG, MataAirradio.net – Museum Kartini Rembang sepi dari pengunjung, padahal saat ini sedang berlangsung musim liburan sekolah. Para siswa di berbagai jenjang pendidikan, mulai libur 23 Juni kemarin dan akan kembali aktif untuk mengikuti ajaran baru pada 14 Juli mendatang.

Sepanjang 11 hari libur sekolah, penjaga museum hanya mencatat penjualan karcis sebanyak 6,5 bendel atau sekitar 325 lembar. Menurut penjaga Museum Kartini, Samijan, jumlah karcis yang terjual menjadi ukuran ramai atau tidaknya pengunjung.

Dia juga mengatakan, tingkat kunjungan di musim liburan sekolah kali ini, turun jauh jika dibandingkan momen yang sama tahun lalu. Sebab tahun kemarin, tingkat kunjungan bisa mencapai seribu orang. Samijan menduga, adanya perbaikan instalasi listrik museum menjadi salah satu penyebab kunjungan turun.

Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga Kabupaten Rembang Sunarto menampik dugaan penurunan tingkat kunjungan sebagai akibat dari perbaikan instalasi listrik di dalam museum. Sebab perbaikan baru dilakukan empat hari terakhir.

Menurutnya, penurunan tingkat kunjungan diduga sebagai akibat dari kurangnya promosi objek wisata ini. Sunarto mengaku akan segera mengevaluasi hal ini dan akan mengoptimalkan pemasaran via internet serta optimalisasi pusat informasi pariwisata (TIC).

Dia juga mengungkapkan, setelah perbaikan instalasi listrik museum, dalam waktu dekat akan dilakukan pula penambahan ornamen museum. Pihak Dinas Pariwisata Kabupaten Rembang mendapat hibah Rp200 juta dari Pemprov Jawa Tengah untuk menata kembali museum.

Salah seorang pemandu wisata di Museum Kartini Siti Nurhayati mengatakan, kunjungan ke salah satu objek wisata andalalan Rembang ini ketika musim liburan sekolah, memang turun. Musim liburan yang bertepatan dengan bulan suci Ramadan, bisa menjadi penyebab lain dari lesunya kunjungan. (Pujianto)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan