Rencana Pembangunan Museum Bahari Nasional Rembang Macet

Kamis, 29 Mei 2014 | 14:43 WIB
Situs perahu kuno yang umurnya lebih tua dari Candi Borobudur.(Foto:Puji)

Situs perahu kuno yang umurnya lebih tua dari Candi Borobudur.(Foto:Puji)

REMBANG, MataAirRadio.net – Rencana pembangunan Museum Bahari Nasional di Rembang yang koleksi utamanya adalah situs Perahu Kuno Punjulharjo belum ada kabar kelanjutannya alias macet setidaknya hingga Kamis (29/5) ini.

“Ya memang belum ada kabar kelanjutannya. Sebab penanganannya tidak di kami. Ditangani langsung oleh Pusat dan saat ini belum ke fisik, tetapi masih untuk pengawetan kayunya agar tidak lapuk,” ungkap Kepala Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga Kabupaten Rembang Sunarto, saat dikonfirmasi mengenai perkembangan rencana pembangunan Museum Bahari di Rembang.

Pihaknya memastikan tidak pasif dengan mendesak Pemerintah Pusat agar segera ada perhatian ke rencana pembangunan museum bahari yang bakal menjadi yang terlengkap di Indonesia.

“Di Riau belum lama ini, saat bertemu dengan Dirjen Kebudayaan dan Pariwisata, kami sudah usulkan agar ada perhatian. Tahun ini sedianya ada anggaran dari Provinsi Jawa Tengah untuk perawatan situs Perahu Kuno. Namun besarannya kami tidak hafal,” ujarnya.

Menurutnya, banyak wisatawan yang datang atau menghubunginya untuk bertanya terkait kelanjutan rencana pembangunan museum ini. Ia pun mengakui tidak bisa memberi banyak penjelasan.

“Wewenangnya di Dirjen (Kebudayaan dan Pariwisata) e. Kami bisa apa, kecuali hanya mendorong,” dalihnya.

Banjir pertanyaan mengenai kelanjutan rencana pembangunan Museum Bahari merupakan akibat dari promosi gencar yang dilakukan oleh Pemkab Rembang, tanpa mempertimbangkan kondisi senyatanya.

“Pamplet dan buku yang memuat situs Perahu Kuno dengan disertai gambar bakal Museum Bahari, mengundang banyak pertanyaan dari wisatawan. Kapan bakal menjadi seperti itu (museum sebagaimana gambar,” terangnya.

Situs Perahu Kuno yang disebut berasal dari abad ke-7 ini akan menjadi ikon Museum Bahari Nasional di Rembang. Rencananya, museum bahari juga bakal dihuni oleh temuan jangkar kuno raksasa yang kini berada di Desa Gegunung Wetan Kecamatan Rembang.

Untuk kepentingan pembangunan museum, Pemkab Rembang telah membebaskan lima hektare lahan untuk kawasan situs. Pihak Pusat sempat berjanji akan melakukan pembangunan museum, selagi tanah untuk kepentingan itu dibebaskan oleh Pemkab setempat. (Pujianto)

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan