Muncul Kekhawatiran, Nasib TPAS Sidomulyo Tidak Jelas

Kamis, 14 Januari 2016 | 17:12 WIB
Kondisi terkini TPAS Sidomulyo Kecamatan Sedan, Kamis (14/1/2016) pagi. (Foto: Mukhammad Fadlil)

Kondisi terkini TPAS Sidomulyo Kecamatan Sedan, Kamis (14/1/2016) pagi. (Foto: Mukhammad Fadlil)

 

SEDAN, mataairradio.com – Nasib Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPAS) di wilayah Desa Sidomulyo Kecamatan Sedan semakin tak jelas.

Lahan untuk akses menuju TPAS masih belum dibebaskan. Sementara, saat ini, warga setempat mulai khawatir dengan dampak rencana operasi TPAS.

Padahal tempat pembuangan akhir sampah itu, sudah tuntas dibangun sejak tahun 2010. Warga cemas, jika TPAS difungsikan, sumur-sumur akan tercemar.

Solikan warga Dusun Mboja Desa Sidomulyo menyebut, ada banyak sumur di bawah lokasi TPAS. Ia khawatir sumurnya bakal tercemari.

“Warga awalnya setuju. Tapi nanti kalau difungsikan, sumur-sumur kami bagaimana. Jika hujan, air limbah bisa masuk, meresap ke sumur kami,” ujarnya.

Fauzi, Kadus Mboja Desa Sidomulyo-Sedan mengaku kurang tahu soal perkembangan TPAS di dusunnya.

Menurutnya, hingga saat ini pihak Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Rembang belum lagi berkomunikasi masyarakat.

“Kami belum diajak komunikasi oleh DPU,” akunya.

Komunikasi yang dimaksudnya menyangkut pembebasan lahan akses menuju TPAS yang belum beres. Baginya, komunikasi ulang penting karena saat ini, lahan di bawah lokasi TPAS, memang sudah dipenuhi sumur warga.

“Warga memang khawatir sumur-sumur akan tercemari. Sikap kami ya manut warga bagaimana baiknya,” tandasnya.

Berdasarkan pantauan reporter mataairradio, Kamis (14/1/2016) pagi, lahan TPAS Sidomulyo, kini justru ditanami aneka palawija oleh warga daerah setempat.

TPAS seluas 4,4 hektare itu, saat ini dipenuhi tanaman jagung dan ketela.

Dua bangunan kantor dan instalasi pengelolaan sampah yang ada di lokasi setempat, tampak mulai rusak. Dinding bangunannya tampak retak dan warna catnya sudah memudar.

Menurut keterangan yang dihimpun, lahan milik warga yang akan dipakai untuk akses, tidak dijual oleh pemiliknya.

 

Penulis: Mukhammad Fadlil
Editor: Pujianto




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan