Motoris Kapal Grup Salim Tilap Perbekalan

Kamis, 19 Maret 2015 | 14:53 WIB
Motoris

MRY (pegang HP) saat memberikan keterangan tentang aksinya di hadapan polisi, pemilik kapal dan sebagian warga di  Balai Desa Tasikagung Rembang, Kamis (19/3/2015) siang. (Foto: mataairradio.com)

 
REMBANG, mataairradio.com – Seorang motoris kapal cantrang milik grup Moch Salim nekat menilap perbekalan di bahtera yang diawakinya sendiri.

Dia melakukannya sebanyak tiga kali sebelum aksinya terbongkar.

Motoris berinisial MRY alias Togek (32) warga Desa Tasikagung Kecamatan Rembang ini mulai beraksi saat sejumlah awak kapal cantrang terlibat unjuk rasa ke Jakarta belum lama ini.

Dia diduga menilap total delapan drum solar berisi masing-masing 250 liter, berikut oli dan aki senilai belasan juta rupiah.

Ulahnya terbongkar saat nahkoda dan ABK hendak berangkat melaut, Rabu (18/3/2015) malam.

Awak kapal bernama lambung Alam Mina Makmur panik karena solar yang disedot tak kunjung keluar.

“Ternyata solar sudah habis, padahal baru diisi. Dari situ kita curiga. Apalagi perbekalan lain seperti oli dan aki juga hilang,” beber Sugiyanto, perwakilan pemilik kapal.

Togek yang kemudian dicecar oleh warga dan perwakilan pemilik kapal di Balai Desa Tasikagung, pada Kamis (19/3/2015) siang, tak bisa berkelit.

Dia mengakui mencuri barang-barang itu. Pernyataan itu disampaikannya di hadapan polisi yang dihadirkan oleh warga.

MRY juga mengaku telah menjual solar dan oli kepada penadah, sedangkan aki sudah dilego sebagai rongsokan.

Namun dia berjanji mengembalikan atau mengganti barang-barang yang ditilap dalam jangka waktu 10 hari.

Sugiyanto menegaskan, kasus ini tidak ditangani pihak kepolisian agar selesai secara kekeluargaan.

“Karena yang bersangkutan telah beraksi berulang kali, kami nggak akan memakainya lagi sebagai motoris,” tegasnya.

Kapolsek Rembang AKP Suhaendi Tirta turut menyaksikan penyelesaian kasus tersebut di balai desa.

“Atas kesepakatan bersama, masalah ini diselesaikan secara internal bersama pemilik kapal, nahkoda, dan ABK,” ujarnya.

Namun jika sang motoris tidak bisa mengembalikan barang-barang yang telah diambil dalam jangka waktu yang ditentukan, maka yang bersangkutan akan dipasrahkan kepada pihak yang berwajib dan akan diproses hukum.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan