Pengemudi Motor Roda Tiga Minta Aturan Diperlonggar

Rabu, 22 Januari 2014 | 16:10 WIB
Sebelum STNK dan kontak kendaraan diserahkan oleh polisi, Pemilik wajib memotong bak motor roda tiga dengan menggunakan gergaji yang telah disediakan. (Foto:Puji)

Sebelum STNK dan kontak kendaraan diserahkan oleh polisi, Pemilik wajib memotong bak motor roda tiga dengan menggunakan gergaji yang telah disediakan. (Foto:Puji)

REMBANG, MataAirRadio.net – Sekitar 20 orang pengemudi kendaraan bermotor beroda tiga mendatangi kantor DPRD Kabupaten Rembang, Rabu (22/1) siang. Perwakilan pengemudi dari Kecamatan Sluke, Sedan, Kragan, dan Sarang itu, meminta aturan mengenai penindakan terhadap pelanggaran yang dilakukan terkait kendaraan bermotor beroda tiga, diperlonggar.

Ketua Paguyuban Pengemudi Kendaraan Roda Tiga Rembang Bambang Syaikhu meminta, agar ada kelonggaran penindakan terkait aturan angkutan kendaraan beroda tiga oleh polisi maupun petugas dinas perhubungan. Menurutnya, pelanggaran peruntukan kendaraan roda tiga untuk mengangkut penumpang, cukup ditindak dengan penilangan surat kendaraan.

Penahanan kendaraan sebagai barang bukti dan masih disertai dengan pemotongan bagian atap kabin, dinilainya merugikan pemilik armada dan bisa mematikan pencaharian mereka. Namun Kasatlantas Polres Rembang AKP Raden Dian Kusumasmoro yang hadir pada pertemuan di DPRD, menyatakan tetap akan melakukan penindakan sesuai aturan. Angkutan barang tetap dilarang untuk mengangkut penumpang.

Kasatlantas juga mengatakan, pemotongan atap kabin kendaraan roda tiga, merupakan amanat peraturan untuk memberikan efek jera agar tidak lagi digunakan sebagai angkutan orang atau penumpang. Dia menyebutkan, kisruh soal tuntutan pengemudi kendaraan beroda tiga ini sudah berlangsung sejak 11 tahun silam.

Menurutnya, kondisi kendaraan roda tiga tidak layak sebagai sarana angkutan orang karena membayakan keselamatan penumpang di jalan raya. Pihaknya sebatas melaksanakan tugas dan tanggung jawab sebagai polisi sesuai aturan yang telah digariskan.

Raden Dian menyadari, pajak kendaraan bermotor yang dibayarkan oleh pemilik angkutan roda tiga, turut andil dalam gaji yang diterimanya setiap bulan dari Negara. Namun aturan tidak membolehkan angkutan barang digunakan untuk mengangkut penumpang.

Kepala Dinas Perhubungan, Komunikasi, dan Informatika Kabupaten Rembang Suyono mengatakan, penertiban kendaraan bermotor roda tiga yang mengangkut penumpang, dilakukan untuk menekan terjadinya gesekan dengan sopir angkutan umum.

Mendengar jawaban yang tidak memuaskan dari tuntutan mereka, para pengemudi ini membubarkan diri setelah hampir 1,5 jam audiensi. Pertemuan itu dihadiri pula oleh Ketua Komisi A DPRD Kabupaten Rembang Ridwan. (Pujianto)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan