Ditinggal Ke Jogja, Dua Motor Bos Kayu Dicolong

Senin, 20 Oktober 2014 | 12:58 WIB
Kapolsek Sale AKP Isnaeni saat menggelar olah TKP di halaman rumah Nanang, Senin (20/10/2014) pagi. (Foto: Pujianto)

Kapolsek Sale AKP Isnaeni saat menggelar olah TKP di halaman rumah Nanang, Senin (20/10/2014) pagi. (Foto: Pujianto)

 

SALE, mataairradio.com – Dua unit sepeda motor jenis Honda Vario dan Scoopy milik Nanang Hendrarto (43), seorang bos kayu kuno, warga Desa Sale Kecamatan Sale, diketahui hilang, Senin (20/10/2014) dini hari.

Saat kejadian, Nanang beserta istri dan ibunya sedang berada di Yogyakarta. Sementara di rumah itu, hanya tinggal dua orang anak korban yang Kelas III dan I sekolah dasar, Imarotul Hidayah (18); pembantu rumah tangga korban, dan Kastamah (85); nenek Nanang.

Dua sepeda motor yang dibeli belum genap setahun, ditaruh begitu saja di garasi yang tak berpintu, di sisi selatan rumah. Namun rumah Nanang berpagar besi cukup tinggi.

Ima, panggilan Imarotul Hidayah, kaget ketika tidak mendapati dua sepeda motor milik keluarga Nanang, saat hendak mengantarkan dua anak korban ke sekolah pada Senin (20/10/2014) pagi.

“Mungkin pelaku memanjat pagar besi depan untuk masuk. Dan setelah mengambil motor dari garasi, langsung merusak gembok pintu pagar dari dalam,” kata Ima menduga.

Dia juga memperkirakan, pencuri yang lebih dari satu orang beraksi pada lebih dari tengah malam. Sebab hingga pukul 00.00 WIB, Ima mengaku belum berangkat tidur.

“Kejadian ya setelah jam 12 malam. Mungkin fajar. Saya jam 12 (malam) itu masih melek. (STNK) Ada di jok masing-masing motor yang dicuri,” katanya.

Kapolsek Sale AKP Isnaeni mengaku segera terjun ke lokasi begitu mendapat informasi telah terjadinya pencurian di rumah milik keluarga Nanang. Dia pun segera melakukan olah tempat kejadian perkara.

“Yang jelas, ini gembok pintu pagar yang dari besi rusak. Bisa jadi, pencuri memanjat pagar untuk masuk. Lagi pula, garasinya terbuka. Tidak ada pintunya,” katanya.

Pihaknya mengaku masih harus mendalami kasus pencurian ini, termasuk apakah pelaku telah lebih dulu mengintai kondisi rumah korban, mengingat saat kejadian, Nanang sedang bepergian.

“Tadi sempat kita ingatkan, agar garasinya jangan dibiarkan terbuka gitu. Soal apakah telah diintai, kami harus dalami dulu, termasuk meminta keterangan dari pemilik rumah,” pungkasnya.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan