Momen HSN, Sejumlah Hadirin Sidang Paripurna Berbusana Ala Santri

Jumat, 22 Oktober 2021 | 14:33 WIB

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo saat menghadiri sidang paripurna di di gedung berlian, pada Jumat (22/10/2021). (Foto: mataairradio.com)

 

SEMARANG, mataairradio – Peringatan Hari Santri Nasional (HSN) begitu kental terasa saat pelaksanaan sidang paripurna di Gedung Berlian, Kantor DPRD Provinsi Jawa Tengah, pada Jumat (22/10/2021).

Di ruang sidang, sejumlah anggota dewan berpakaian ala santri; memakai baju koko, sarungan, dan berpeci.

Rapat paripurna dengan berpakaian ala santri ternyata diapresiasi oleh para anggota legislatif. Mereka mengatakan mendapat suasana baru yang unik.

“Hari ini peringatan Hari Santri, semangatnya Indonesia banget. Terimakasih Pak Ganjar, yang mengeluarkan edaran pada seluruh OPD memakai pakaian ala santri. Ini saya ikut-ikut pakai baju santri,” kata Ahmad Fadlun, anggota DPRD fraksi PKB.

Hal senada disampaikan oleh Sriyanto Saputro, anggota DPRD fraksi Gerindra. Menurutnya, rapat hari ini menjadi hal baru dan luar biasa.

“Kita menghormati Hari Santri, ada informasi katanya pakai pakaian ala santri. Saya bilang pakai sarung boleh nggak, ternyata boleh. Nyaman ternyata, pakai sarung, koko, peci dan pakai sandal,” tuturnya

Menurut Sriyanto, hal ini tidak mengurangi makna dari sidang paripurna itu sendiri. Ia berharap, ke depan hal semacam ini menjadi sebuah tradisi.

“Mudah-mudahan ini akan jadi tradisi, tentunya kita menghormati bagi agama lain. Ini bentuk kebhinnekaan. Saya rasa nggak masalah, karena ini tidak mengurangi makna dari pekerjaan,” imbuhnya.

Tidak hanya memakai pakaian ala santri, ke depan mungkin saja anggota dewan rapat paripurna mengenakan pakaian adat.

Sebab, di Pemprov Jateng sudah mengeluarkan aturan ASN memakai pakaian adat Jawa pada tiap Kamis dan pakain adat nusantara tiap Kamis akhir bulan.

“Tidak menutup kemungkinan. Dari tata-tertib kami pun memungkinkan, sehingga suatu saat paripurna ke depan anggota dewan pakai baju adat juga nggak masalah. Ini bentuk keberagaman kami,” pungkasnya.

Sementara itu, ditemui usai paripurna, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengatakan, sengaja pakai sarung hari ini, karena bertepatan dengan Hari Santri Nasional, sekaligus hari Jumat.

“Jadi pas, maka kita merayakan bersama. Ini anggota DPRD juga banyak yang pakai sarung. Spiritnya kebersamaan,” ucapnya.

Ganjar menilai, sidang paripurna hari ini menjadi sangat unik, karena anggota dewan yang bersidang berpakaian ala santri.

“Mudah-mudahan tidak hanya sarungnya, bajunya, kopiahnya. Tapi spiritnya. Bagaimana spiritual kita menjadi baik, intelektual dan emosional semakin kuat. Kita semakin kompak,” pungkasnya.

Agenda yang dibahas dalam sidang paripurna secara virtual itu adalah pendapat Gubernur terhadap Raperda Usul Prakarsa Komisi A, B, dan Bapemperda.

Selain itu, agenda pembacaan laporan dari Komisi D mengenai Raperda Pengolahan Air Limbah, penjelasan gubernur atas Raperda Rancangan APBD 2022, dan Pandangan umum Fraksi atas Raperda tentang APBD Tahun Anggaran 2022.

Ada 33 legislator yang hadir secara fisik dan 31 secara virtual dari 119 Anggota Dewan.

 

Penulis: Mukhammad Fadlil
Editor: Mukhammad Fadlil




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan