Moderator Debat Kandidat Sesi II Diminta Lebih Tajam

Rabu, 2 Desember 2015 | 17:24 WIB
Komisi Pemilihan Umum (KPU) Rembang, Selasa (25/8/2015) pagi, menggelar rapat pleno terbuka penetapan nomor urut dan daftar pasangan calon bupati dan wakil bupati pada Pilkada 2015. (Foto: Pujianto)

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Rembang, Selasa (25/8/2015) pagi, menggelar rapat pleno terbuka penetapan nomor urut dan daftar pasangan calon bupati dan wakil bupati pada Pilkada 2015. (Foto: Pujianto)

 

REMBANG, mataairradio.com – Moderator debat kandidat sesi II diminta lebih tajam dalam mengupas visi dan misi pasangan calon kepala daerah Rembang.

Hal itu setelah KPU mengubah format debat kandidat, dimana antar-pasangan calon tidak diberi ruang untuk saling bertanya program.

Menurut Ketua KPU Rembang Minanus Suud kepada mataairradio, moderator akan sangat berperan mengupas visi dan misi pasangan calon dalam upaya peningkatan ekonomi dan pengelolaan sumber daya alam.

“Setelah tiap pasangan calon memaparkan visi dan misinya, moderator akan melakukan penajaman pada debat kandidat sesi II Kamis 3 November ini,” ungkapnya pada Rabu (2/12/2015) siang.

Menurutnya, moderator akan memberikan pertanyaan yang mewakili keingintahuan dari masyarakat tentang peningkatan ekonomi dan tata kelola sumber daya alam di Rembang.

“Ketajaman dari moderator penting, agar masyarakat mendapat gambaran soal seberapa mungkin visi itu dicapai,” terangnya.

Debat kandidat sesi II akan dimoderatori oleh mantan Ketua KPU Jawa Tengah Fajar Subkhi Arif. Debat kali ini batal digelar di Balai Kartini Rembang.

“Ruang di Balai Kartini terlalu luas, sehingga berpotensi menyulitkan pengamanan,” tandasnya.

Lagi pula menurut Minanus Suud, ruangan Balai Kartini kurang representatif untuk pelaksanaan debat, karena pengeras suara atau sound system tidak bisa ditangkap secara baik.

“Kami khawatir pergelaran debat menjadi terganggu oleh hal-hal yang bersifat teknis, termasuk pendingin udara,” tegasnya.

Debat kandidat sesi II tetap digelar di Ruang Rapat Paripurna DPRD Rembang. Pihak KPU menyebutkan, debat kali ini akan diamankan oleh sekitar 200 orang personel, baik dari unsur kepolisian maupun tentara.

“Jumlah pendukung yang boleh masuk ruangan hanya 25 orang dari tiap kubu, sehingga totalnya 75 orang. Yang di luar gedung, tiap calon 75 orang sehingga totalnya 225 orang,” tambahnya.

Sementara itu, sebagaimana debat kandidat sesi I, debat kali ini tidak ditayangkan secara langsung oleh media televisi yang digandeng KPU.

Namun penayangan tunda siaran debat kandidat sesi II, tidak berselang lama, alias hanya jeda sehari setelah debat, yaitu Jumat sore, 4 Desember nanti.

Ketua KPU Rembang percaya, insiden kegaduhan pada debat akibat yel-yel dari para pendukung pasangan calon, tidak akan sampai mengganggu jalannya acara, seperti yang terjadi di Semarang.

“Berkaca pada debat kandidat sesi I, tidak akan ada kegaduhan yang sampai mengganggu di debat sesi II. Secara umum, kami lebih siap di debat II,” pungkasnya.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan