Bekas Mobil Dinas Sekda Rembang Belum Terlelang

Saturday, 1 February 2014 | 14:35 WIB
STNK Sedan Toyota Camry 2000 nomor polisi K 9503 YD bekas mobil dinas Sekretaris Daerah Kabupaten Rembang.

STNK Sedan Toyota Camry 2000 nomor polisi K 9503 YD bekas mobil dinas Sekretaris Daerah Kabupaten Rembang.

REMBANG, MataAirRadio.net – Sedan Toyota Camry 2000 bekas mobil dinas Sekretaris Daerah Kabupaten Rembang ternyata belum terlelang, setidaknya hingga Sabtu (1/2) siang. Sedan matik ini sebelumnya masuk dalam bursa lelang 23 bekas kendaraan dinas di kompleks Sanggar Budaya Kartini Rembang, 16 Januari kemarin.

Saat itu, mobil yang tercatat bernomor polisi K 9503 YD ini ditawarkan dengan harga limit Rp74,1 juta. Suparno, salah satu mantan peserta lelang kala itu menilai harga limit yang ditetapkan terlalu besar.

Warga Tawangsari Rembang ini juga menilai, mobil sekelas sedan matik Camry, nyaris tidak ada bengkel di Rembang yang biasa menangani. Lantaran belum terlelang, mestinya pihak Bidang Aset DPPKAD Rembang, menawarkannya lagi dengan menurunkan harga limit.

Abid, salah satu makelar mobil di Rembang menyebut, harga pasar mobil matik seperti Camry 2000, paling tinggi Rp70 juta. Itu saja kondisi mobilnya sudah cukup bagus alias sudah disertai audio yang lumayan.

Sementara, kondisi sedan bekas kendaraan dinas Sekda Rembang itu, tidak cukup terawat belakangan ini. Menurut Abid, sudah sepantasnya harga limit mobil itu diturunkan.

Apalagi, di Rembang cukup sulit menemukan bengkel yang secara spesial menangani sedan matik. Abid menyebut, jika mengharap pembeli di lokalan, harga limit sebesar itu cukup berat.

Kepala Bidang Aset pada Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Rembang Haryono belum bisa dikonfirmasi mengenai tindak lanjut belum terlelangnya sedan tersebut. Upaya untuk menghubunginya melalui sambungan telepon tidak berhasil.

Namun Kepala Bidang Pendapatan DPPKAD Suwilan membenarkan, bekas kendaraan dinas Sekda Rembang itu belum terlelang. Mengenai apakah akan ada lelang ulang, dia mengaku tidak tahu. Demikian juga kemungkinan menurunkan harga limit, Suwilan menyerahkannya pada Bidang Aset. (Pujianto)




One comment
  1. amri

    February 1, 2014 at 4:12 pm

    belum tertelalang, tidak laku dilelang ATAUKAH ini cara KORUPTOR BIKIN TRIK SUPAYA ASET NEGARA YANG SUDAH TERLANJUR SPERTI MILIK PRIBADI INI JADI HAK MILIKNYA?? Hari gini kok serakah?

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan