Risiko Mobil Dinas untuk Mudik Ditanggung Kepala SKPD

Kamis, 17 Juli 2014 | 14:46 WIB
Mobil dinas di lingkungan Pemkab Rembang. (Foto: Pujianto)

Mobil dinas di lingkungan Pemkab Rembang. (Foto: Pujianto)

REMBANG, MataAirRadio.net – Pemerintah Kabupaten Rembang melarang penggunaan mobil dinas untuk keperluan mudik Lebaran. Namun larangan ini tidak secara tegas diwujudkan dalam bentuk surat edaran, setidaknya hingga Kamis (17/7) ini.

Sekda Rembang Hamzah Fatoni menjelaskan, mobil dinas digunakan untuk menunjang operasional dan fungsi kedinasan. Menurutnya, jika penggunaannya di luar dua hal itu, maka tidak bisa dibenarkan.

Apabila ada yang nekat menabrak ketentuan ini, menurut Hamzah, risiko ada di kepala satuan kerja perangkat daerah (SKPD) yang bersangkutan. Namun Sekda tidak menyebutkan rinci risikonya. Yang jelas, kerusakan dan gangguan teknis yang timbul, menjadi tanggung jawab SKPD penguasa aset.

Hamzah menambahkan, pemakaian kendaraan dinas terutama mobil untuk mudik Lebaran, akan dilakukan pengawasan. Dia menegaskan, Kepala SKPD perlu mengontrol penggunaan mobil dinas. Pemerintah mengingatkan pula agar tidak coba-coba mengganti plat nomor kendaraan dinas.

Sebagaimana diketahui, kendaraan dinas pelat merah wajib menggunakan bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi, sehingga aturan ini pun harus dipatuhi. Setiap SPBU sudah dibekali dengan pengendalian penggunaan BBM bersubsidi melalui kontrol kendaraan dinas, termasuk milik TNI/Polri.

Sekda juga memastikan, segera mengucurkan gaji ke-13 bagi pegawai negeri sipil. Menurutnya, tidak ada sandungan dalam penyaluran gaji ekstra ini, sebab anggaran telah tersedia. Menurut rencana, penyalurannya akan dilakukan pada 22 Juli mendatang.

Jauh hari, Pemkab juga mengingatkan kepada para PNS, agar tidak mencoba memperpanjang cuti Lebaran yang dimulai, 28 Juli dan masuk kembali tanggal 4 Agustus nanti. Melalui peringatan dini ini, tidak ada alasan bagi pegawai Pemkab Rembang untuk membolos kerja usai cuti Lebaran. (Pujianto)

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan