Minim Koleksi, Pengunjung Museum Kartini Gampang Jenuh

Selasa, 17 April 2018 | 18:00 WIB

Meja kursi peninggalan RA Kartini di Museum Kartini Rembang. (Foto: Mukhammad Fadlil)

 

REMBANG, mataairradio.com – Museum Kartini yang berada di komplek Rumah Dinas Bupati Rembang dinilai minim koleksi, sehingga terkesan monoton dan gampang membuat jenuh pengunjung.

Umbar Setyowati, salah seorang pengunjung Museum Kartini menyebut koleksi museum ajek. Pengunjung seperti dirinya mudah bosan. Namun ia selalu datang ke museum tiap menjelang Aprilan.

“Sejak kecil dulu ke sini, ya begini-begini saja. Ajek. Inginnya ya ada tambahan koleksi gitu,” katanya saat berkunjung ke Museum Kartini, Selasa (17/4/2018).

Kunjungannya ke museum untuk mengingat nilai sejarah dari RA Kartini.

Koleksi museum yang paling menarik baginya adalah surat-surat berbahasa Belanda yang ditulis Kartini untuk teman-temannya.

Salah seorang penjaga Museum Kartini, Nugraheni Saputri Nurhidayah mengakui, jumlah koleksi museum memang butuh penambahan.

“Selain itu, beberapa bagian, juga perlu direnovasi,” ujarnya.

Rencana menambah koleksi museum pun diakuinya ada. Namun upaya itu terkendala karena sebagian besar peninggalan Kartini yang dibidik berada di Belanda.

“Kemungkinan akan dibuat replikanya (peninggalan Kartini di Belanda),” bebernya.

Sementara mengenai renovasi, rencananya akan dilakukan di sebelah timur museum.

“Sebab, ada beberapa bagian yang rusak. Salah satunya air mancur tidak berfungsi. Rencananya renovasi dilakukan pada 2019 dengan anggaran Rp200 juta,” katanya.

Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Rembang mencatat, jumlah koleksi di Museum Kartini sebanyak 74 buah yang sekitar 40 di antaranya merupakan replika atau bukan asli tinggalan Kartini.

Koleksi yang merupakan peninggalan asli dari Kartini adalah kotak jait, botekan, ranjang, tempat pena, meja rias, kaca rias, bathtub, shower, dan baju pengantin, sedangkan barang yang replika antara lain foto, meja belajar, dan meja kerja.

 

Penulis: Mukhammad Fadlil
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan