Minim Campur Tangan Pemkab, Kunjungan Wisata di Rembang Meningkat

Senin, 14 Januari 2019 | 18:40 WIB

Objek wisata Pantai Tasikharjo, Kaliori. (Foto: Mukhammad Fadlil)

 

REMBANG, mataairradio.com – Bupati Rembang Abdul Hafidz mengklaim angka kunjungan wisata di Kabupaten Rembang pada tahun 2018 naik signifikan, meskipun pemerintah kabupaten (Pemkab) setempat belum banyak berbuat untuk sektor pariwisata.

Hafidz mengatakan, kenaikan jumlah wisatawan di Kabupaten Rembang tidak lepas dari peran aktif masing-masing pengelola objek wisata yang berada di desa-desa.

Seperti, Objek Wisata Pantai Pasir Putih di Desa Tasikharjo Kecamatan Kaliori, Pantai Karangjahe di Desa Punjulharjo dan Hutan Mangrove di Desa Pasarbanggi-Rembang, serta Pantai Caruban di Desa Gedongmulyo Kecamatan Lasem dan Pantai Balongan Indah di Desa Balongmulyo-Kragan.

“Ini kami melihat dari data yang kami peroleh dari tahun ketahun meningkat tajam. Meskipun Pemkab belum banyak berbuat, tetapi dari sisi kunjungan, yang ada fasilitas yang diberikan oleh pengelola pariwisata di desa-desa itu mulai dari Wates, KJB, Hutan Mangrov, Pantai Caruban, dan di Pantai Balongan sudah bagus,” ujarnya.

Bupati menyebutkan, berdasarkan data yang ia peroleh, kunjungan pariwisata di Rembang naik menjadi 1,8 juta pengunjung pada 2018. Pada dua tahun sebelumnya jumlah wisatawan di kabupaten ini masih berada dibawah satu juta orang.

Sedangkan pada tahun 2017, pengunjung objek wisata yang ada di Kabupaten Rembang sebanyak 1,3 juta wisatawan. Bahkan menurutnya, jumlah kunjungan wisata di Rembang pada tahun 2018 mencapai dua juta pengunjung, sebab masih banyak jumlah wisatawan yang belum terdata.

“Angka yang kami peroleh, kunjungan pariwisata ini naiknya cukup signifikan 1,8 juta. Yang dua tahun kemarin ini sebelumnya di bawah satu juta, tahun 2017-2018 sudah naik tajam.

Tahun 2017 angkanya 1,3 orang, sedangkan tahun ini (2018, red.) sudah 1,8 juta. Yang tidak terdata kan masih banyak, ini bisa dua juta pengunjung,” pungkasnya.

Sementara itu, Riza Rino Lanuady salah satu Warga Desa Jolotundo Kecamatan Lasem mengungkapkan, banyak objek wisata di Lasem yang sepi karena minimnya inovasi.

Ia mencontohkan, seperti di Objek Wisata Bukit Congol di Desa Selopuro dan Taman Kajar di Desa Kajar Kecamatan Lasem yang kondisinya cukup memprihatinkan karena minim inovasi, sehingga sepi pengunjung.

Menurutnya, untuk mengelola tempat wisata dibutuhkan kemauan dan tanggung jawab yang besar, sehingga bisa tetap eksis ditengah persaingan antar objek wisata.

“Selain itu, peran pemerintah juga dibutuhkan bagi pengelola untuk mendukung dan mengembangan potensi di masing-masing objek wisata,” ujarnya.

 

Penulis: Mukhammad Fadlil
Editor: Mukhammad Fadlil

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan