Minggu Kedua Ramadan, Harga Sembako Mengalami Penurunan.

Rabu, 15 Mei 2019 | 13:15 WIB

Pedagang sembako di Pasar Rembang. (Foto: mataairradio.com)

 

 

REMBANG, mataairradio.com – Memasuki minggu kedua bulan Ramadan, tepatnya Rabu (15/5/2019) siang pantauan harga sembako di Pasar Rembang cenderung mengalami penurunan.

Ebiet Sutiarno salah seorang pedagang sembako di Pasar Rembang mengaku minggu ini barang-barang mengalami penurunan harga. Mulai dari bawang merah yang asalnya Rp 40 ribu per kilogram menjadi Rp 30 ribu per kilogram, bawang putih turun dari Rp 60 ribu menjadi Rp 40 ribu per kilogram atau turun sebesar Rp 20 ribu.

Untuk cabai merah turun dari Rp 25 ribu menjadi Rp 20 ribu per kilogram sedangkan cabai rawit masih bertahan di angka Rp 10-11 ribu per kilogram. Sedangkan untuk daging ayam juga stabil di angka Rp 30 ribu per kilogram.

Ebiet menceritakan bahwa kenaikan drastis sempat terjadi pada semua varian sembako khususnya bawang putih menjelang Pemilu April kemarin. Dirinya mengaku barang di pasaran sangat sulit sehingga harga menjadi mahal, bahkan bawang putih sempat mencapai Rp 80 ribu per kilogram.

“Gak tau ini politik atau apa Mas, tapi jelang Pilpres barang naiknya hampir seratus persen,” ungkapnya.

Pria yang bertahun-tahun berjualan sembako ini mengaku pertengahan Ramadan pasar relatif lebih sepi dari biasanya dan mulai ramai lagi jelang lebaran walaupun kebutuhan yang dibeli oleh masyarakat berbeda yaitu pakaian dan juga jajanan untuk persiapan lebaran.

Dari pantauan reporter mataairradio.com di Pasar Rembang deretan penjual buah terlihat ramai oleh pembeli. Hal tersebut karena kebutuhan buah segar untuk berbuka puasa sangat tinggi.

Khumaidi, salah seorang penjual buah semangka asal Desa Tuyuhan Kecamatan Pancur mengaku dirinya mendatangkan semangka dari luar kota dengan kapasitas yang lebih banyak dari biasanya untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

“Ya ini datangkan dari Jepara Mas, lebih banyak dari biasanya karena masyarakat banyak yang cari buah untuk berbuka.” pungkasnya.

Penulis: Mohammad Siroju Munir
Editor: Mohammad Siroju Munir

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan