Minat Baca Rendah, Orang Tua Disarankan Jauhkan Gawai dari Anak

Jumat, 26 Januari 2018 | 15:26 WIB

Pameran buku di Balai Manunggal, kompleks Kodim Rembang, Jumat (26/1/2018). (Foto: Mohammad Siroju Munir)

 

REMBANG, mataairradio.com – Para orang tua disarankan menjauhkan gawai dari anak antara lain untuk meningkatkan minat baca mereka yang rata-rata di Rembang masih rendah.

Indonesia disebut berada di peringkat ke-60 dalam tingkat minat baca masyarakat. Satu tingkat di bawah Thailand. Begitu pun di kabupaten ini.

“Rendahnya tingkat minat baca antara lain terukur dari sepinya kunjungan tiap kali ada pameran buku,” kata Anggota Dewan Pendidikan Kabupaten Rembang Adib Ulinnuha.

Menurutnya, orang tua juga perlu memberi contoh bagi anak untuk gemar membaca buku. Meskipun upaya ini menuai tantangan karena di Rembang masih terbilang minim toko buku.

“Jangan sampai anak-anak kita lebih menyukai game di gadget daripada buku,” katanya.

Yulin Massy, salah seorang pendidik di PAUD Penabur Rembang membenarkan, adanya fenomena anak lebih suka permainan di gawai ketimbang membaca buku.

Ia pun mengaku senang bila ada pameran buku seperti yang sedang berlangsung di Balai Manunggal, kompleks Kodim Rembang, hingga Jumat (26/1/2018) ini.

Yulin menjadi bisa membawa 41 anak didiknya untuk mengunjungi bazar yang menyajikan banyak pilihan buku dan harga, sekaligus menanamkan kecintaan pada buku.

“Kami pun berharap agar anak-anak bisa mengenal buku sejak dini, agar tidak kecanduan gadget,” ujarnya.

Fahmi Robiat Fikri, salah seorang penjual di bazar buku tersebut menyatakan ada sekitar 200-an pengunjung per hari.

Jumlah buku yang sudah terjual berkisar antara 500-600 judul.

“Rata-rata buku yang dibeli adalah buku pelajaran untuk anak-anak sekolah, dan novel,” ujarnya.

 

Penulis: Mohammad Siroju Munir
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan