Terbentur Batu, Mina Pangestu Mengaram di Dermaga Tasikagung

Thursday, 5 June 2014 | 14:00 WIB
Kapal cantrang bernama lambung Mina Pangestu mengaram di dermaga pendaratan ikan Tasikagung Kecamatan Rembang pada Kamis (5/6) pagi. (Foto:Pujianto)

Kapal cantrang bernama lambung Mina Pangestu mengaram di dermaga pendaratan ikan Tasikagung Kecamatan Rembang pada Kamis (5/6) pagi. (Foto:Pujianto)

REMBANG, MataAirRadio.net – Satu unit kapal cantrang bernama lambung Mina Pangestu mengaram di dermaga pendaratan ikan Tasikagung Kecamatan Rembang pada Kamis (5/6) pagi. Perahu mengaram karena bocor di lambung belakang diduga akibat terkena batu yang berserakan di dasar dermaga.

Fauzi, juru mudi kapal mengaku tahu kapalnya bocor sekitar jam lima pagi. Mestinya, kapal yang sudah mengisi perbekalan ini berangkat pada Jumat (6/6) ini. Pagi itu, perbekalan seperti es dan solar, sudah masuk kapal.

Akibat kapal bocor dan mengaram, sebagian besar es dan solar terendam air. 15 orang yang biasa mengawaki kapal berbobot mati 30 GT ini, terpaksa libur melaut selama satu bulan karena bahtera perlu diperbaiki.

Fauzi yang merupakan warga Dukuh Pabean Desa Tasikagung berharap kepada pengelola PPI agar bergerak cepat melakukan pembersihan dasar dermaga dari batu yang berserakan. Apalagi kejadian seperti itu sudah berulang kali, sehingga menyengsarakan nelayan.

Parman, pemilik kapal asal Desa Gegunung Wetan Kecamatan Rembang mengaku kaget, kapalnya mengaram. Dia pun menduga, kapalnya bocor akibat terbentur batu di bawah dermaga. Dia menyebut, hampir semua perbekalan sudah siap, bahkan sebagian hilang akibat kapal yang nyaris tenggelam.

Menurutnya, kapal itu biasa melaut antara 15 hingga 25 hari. Akibat kapal yang mengaram dan sebagian besar perbekalan yang hilang, nilai kerugian disebut berkisar antara Rp200-300 juta. Apalagi selain perbekalan, dia harus memanggil juru selam untuk menambal kapal secara sementara.

Parman menjelaskan, jika tidak ditambal dulu, kapal bisa benar-benar karam dan kerugian menjadi lebih besar. Dia menyebutkan, ongkos untuk penambalan sementara dan memanggil tukang selam ini, mencapai Rp25 juta. Dia menyayangkan, pengelola TPI yang tidak serius membersihkan dasar dermaga.

Kepala TPI Tasikagung Tukimin mengklaim sudah melakukan pembersihan dasar dermaga dari serakan batu. Atas terulangnya kejadian ini, pihaknya akan berkoordinasi dengan pihak Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Rembang untuk dilakukan penanganan.

Kamis (5/6) pagi, ada 20 unit kapal mini purseseine dan tujuh kapal cantrang yang berlabuh di dermaga itu. Namun kebanyakan berlabuh di sisi barat, sedangkan di sebelah timur, hanya tiga kapal yang sandar. (Pujianto)




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan