Mengantuk, Avanza Tabrak Trailer, Satu Kritis

Senin, 19 Januari 2015 | 17:32 WIB
Avanza yang dikemudikan oleh Agung Mawan Sutrisno, warga Batu Malang, ringsek setelah bertabrakan dengan truk trailer di tikungan ganda Pantura Bonang, Senin (19/1/2015) sekitar pukul 06.00 WIB. (Foto:mataairradio.com)

Avanza yang dikemudikan oleh Agung Mawan Sutrisno, warga Batu Malang, ringsek setelah bertabrakan dengan truk trailer di tikungan ganda Pantura Bonang, Senin (19/1/2015) sekitar pukul 06.00 WIB. (Foto:mataairradio.com)

 
LASEM, mataairradio.com – Diduga mengantuk, sopir Avanza yang melaju dari arah Surabaya menuju Jepara, mengalami kecelakaan dengan menabrak truk trailer di tikungan ganda Jalur Pantura wilayah Desa Bonang Kecamatan Lasem, Senin (19/1/2015) pagi.

Kondisi sopir Avanza yang diketahui bernama Agung Mawan Sutrisno (23), warga Desa Sidomulyo Kecamatan Batu Kabupaten Malang, dilaporkan kritis akibat luka robek di bagian dahi dan kaki kanan. Sementara, satu orang penumpangnya selamat, meskipun bodi bagian depan Avanza ringsek parah.

Kanitlaka Satlantas Polres Rembang Iptu Muhammad Ismail membenarkan, sopir Avanza N 1472 BE ini, diduga kuat mengantuk. Sementara, karena berada di tikungan, truk trailer L 8642 UR, tidak kuasa mengindar. Kerasnya benturan, juga membuat Avanza yang tadinya mengarah ke barat, ganti ke arah timur.

“Sopir Avanza kami duga mengantuk. Yang luka hanya sopir Avanza itu. Luka sobek di dahi. Lumayan dalam. Juga memar kaki kanan. Dibawa ke rumah sakit, sedianya langsung dioperasi. Tetapi kabar terakhirnya akan dirujuk. Dirujuk kemana, kurang tahu,” ungkap Ismail.

Ismail menetapkan sopir Avanza, sebagai tersangka. Namun sang sopir belum bisa diperiksa lebih intensif, karena polisi fokus pada pertolongan korban. Ia pun memeriksa sopir truk trailer Sudar Hariyanto, warga Teguhan Kecamatan Pandaan Kabupaten Pasuruan, sebagai saksi.

“Truk trailer yang terperosok ke parit-parit akibat kecelakaan itu, tidak bermuatan. Kosong. Arus lalu-lintas di ruas Bonang tidak sampai mengakibatkan kemacetan,” ujarnya.

Dia juga mengingatkan, bahwa Jalur Pantura Rembang, termasuk titik lelah berkemudi, sehingga mereka yang mengantuk, mestinya tidak memaksakan diri berkendara.

“Lebih baik beristirahat sejenak. Sebab, ibarat sedetik saja mengantuk, dampaknya bisa fatal. Itu tadi kan ya sedikit lengah, oleng ke kanan, dan tabrakan,” tambahnya.

Sementara itu, sampai dengan siang hari, baru Avanza yang berhasil dievakuasi ke Pos Lalu Lintas Lasem, sedangkan trailer masih teronggok di lokasi. Menurut Ismail, sopir truk mengaku tidak mampu menyewa derek. Sang sopir memilih menanti ditarik oleh truk dari rekan seprofesinya.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan