Pihak Desa Kabongan Kidul Merasa Ditinggal Soal Menara Telekomunikasi

Rabu, 4 Juni 2014 | 16:12 WIB
Menara telekomunikasi di kawasan belakang SMP Negeri 2 Rembang. (Foto:Pujianto)

Menara telekomunikasi di kawasan belakang SMP Negeri 2 Rembang. (Foto:Pujianto)

REMBANG, MataAirRadio.net – Pihak Desa Kabongan Kidul Kecamatan Rembang merasa ditinggal terkait dengan pelanjutan pembangunan menara telekomunikasi di kawasan belakang SMP Negeri 2 Rembang yang masih dalam wilayah desa setempat.

Rabu (4/6) siang, pembangunan “tower” yang akan memiliki ketinggian sekitar 60 meter ini, dilanjutkan. Sebelumnya, pembangunan tower sempat mangkrak setelah diprotes warga. Bahkan akibat sempat mangkrak, sebagian besi tower hilang dicuri.

Kepala Desa Kabongan Kidul Rokhani mengaku tidak mengetahui kapan persisnya pembangunan tower dilanjutkan. Jika sebelumnya warga menolak, maka apabila saat ini pembangunan dilanjutkan, hampir pasti sudah ada kompensasi yang dianggap telah sesuai.

Namun pihaknya menyesalkan sikap dari pihak pengembang menara yang tidak memberi konfirmasi atau pemberitahuan pelanjutan tower, sementara Pemerintah Desa Kabongan Kidul memiliki hak untuk tahu perkembangan wilayah dan mendapat kompensasi dari pengusaha.

Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika Kabupaten Rembang Suyono berharap kepada pengembang menara telekomunikasi agar berkoordinasi terlebih dahulu dengan pihaknya. Jangan asal mendirikan menara karena mengantongi izin dari warga.

Menurutnya, koordinasi diperlukan agar pengembang tower tidak melanggar zonasi pembangunan menara telekomunikasi. Jika terlanjur ada pembangunan, sedangkan lokasinya tidak pas, maka proyek bisa dianulir karena melanggar peraturan daerah.

Selain itu, pembangunan tower baru juga harus mempertimbangkan jumlah menara yang telah berdiri di sebuah kecamatan. Jika jumlahnya telah melebihi batas maka harus pindah ke zona lain atau menggunakan tower bersama. Ditegaskannya, kompromi dan izin dari warga perlu untuk memastikan tidak adanya protes di kemudiannya.

Belakangan, sejumlah proyek tower atau menara telekomunikasi di Kabupaten Rembang, berlangsung secara tidak mulus. Ada yang secara tegas menolak, ada pula warga yang menentang perpanjangan izin tower karena dianggap merugikan.

Terakhir kali, penolakan rencana pendirian menara telekomunikasi terjadi di Kelurahan Leteh Kecamatan Rembang. Sedangkan warga yang menolak perpanjangan izin tower terjadi di Desa Karas Kecamatan Sedan. (Pujianto)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan