Membangkang, Bupati Minta PNS Mundur

Senin, 16 Mei 2016 | 15:52 WIB
Bupati Rembang Abdul Hafidz ketika menginspeksi salah satu ruang di Kantor BPMPKB Rembang seusai memimpin apel pagi di instansi tersebut, Senin (16/5/2016) pagi. (Foto: mataairradio.com)

Bupati Rembang Abdul Hafidz ketika menginspeksi salah satu ruang di Kantor BPMPKB Rembang seusai memimpin apel pagi di instansi tersebut, Senin (16/5/2016) pagi. (Foto: mataairradio.com)

 

REMBANG, mataairradio.com – Bupati Rembang Abdul Hafidz meminta kepada pegawai negeri sipil (PNS) di kabupaten ini agar mundur dari jabatan apabila membangkang perintah dari pimpinannnya, sedangkan tugas itu tidak melanggar aturan.

Menurut Bupati saat memimpin apel pagi di Halaman Kantor BPMPKB Rembang, Senin (16/5/2016) pagi, penegasan semacam itu diperlukan agar jangan sampai program yang semestinya berjalan menjadi terganjal oleh pembangkangan PNS.

“Ini saya tegaskan. Misalnya Kabid diberi tugas kepalanya, padahal tugas itu tugas pokok, tidak mau, maka harus siap menandatangani, mundur dengan kesadaran hati,” ujarnya.

Pada kesempatan itu, Hafidz tidak menyebutkan apakah ada indikasi PNS yang berlaku seperti itu, termasuk apakah program pembangunan pada tahun ini di Kabupaten Rembang, sedan terkendala.

Ia hanya mengatakan bahwa fenomena yang sekarang berkembang adalah seolah di Kabupaten Rembang, para PNS masih teringgapi rasa takut dalam melaksanakan pekerjaan.

“(Rasa takut PNS dalam melaksanakan pekerjaan) Tidak hanya di Rembang, tapi nasional,” katanya mengklaim.

Bupati juga menyatakan bahwa permintaan mundur bagi PNS yang ogah melaksanakan perintah pimpinan, bukan bentuk kesewenang-wenangan, karena biar bagaimana pun, pembangunan mesti klir, dari hulu sampai hilir.

“Saya tidak menakut-nakuti atau mlete. Saya sampaikan, siapapun yang diberi tugas pimpinan yang sekiranya tidak melanggar aturan, kemudian membangkang atau tidak mau, apapun alasannya, tidak saya tolerir,” tegasnya.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan