Membahayakan, Perhutani Larang Masyarakat Masuk Goa Kare

Senin, 4 Januari 2016 | 13:47 WIB
Papan larangan masuk Goa Kare yang dipasang pihak Perhutani KPH Kebonharjo, Sabtu (2/1/2016). (Foto: Mukhammad Fadlil)

Papan larangan masuk Goa Kare yang dipasang pihak Perhutani KPH Kebonharjo, Sabtu (2/1/2016). (Foto: Mukhammad Fadlil)

 

PAMOTAN, mataairradio.com – Pihak Perhutani KPH Kebonharjo melarang masyarakat untuk masuk ke Goa Kare di wilayah hutan Dusun Tajen Desa Pamotan Kecamatan Pamotan karena membahayakan keselamatan.

Suyanto, Asisten Perhutani KPH Kebonharjo menjelaskan, larangan tersebut didasari oleh batu goa yang mudah lapuk dan bergeser.

“Bongkahan batu di goa juga rawan runtuh, sehingga membahayakan pengunjung. Papan larangan masuk Goa Kare kami buat demi keselamatan,” katanya kepada reporter mataairradio.

Suwito Harahap, tenaga pendamping masyarakat dari KPH Kebonharjo menambahkan, papan larangan masuk Goa Kare segera dipasang lantaran masyarakat berpotensi berbondong-bondong datang, seiring pemberitaan media pada sepekan sebelumnya.

“Apalagi di media sosial juga ramai,” tandasnya.

Menurutnya, masyarakat tidak perlu terpancing untuk datang ke Goa Kare. Ia menegaskan, kondisi Goa Kare yang berbatuan mudah lapuk, rawan bagi pengunjung.

“Kami tidak mau dipersalahkan kalau terjadi sesuatu, sehingga kami tidak tinggal diam dan segera melakukan sosialisasi kepada masyarakat,” tegas dia.

Sementara itu, meski sudah dipasangi papan larangan, sebagian masyarakat terpantau nekat masuk Goa Kare pada Sabtu (2/1/2016) dan Minggu (3/1/2016) kemarin.

Padahal pada Sabtu 2 Januari kemarin itu, juga sudah digelar semacam sarasehan antara Perhutani dengan pegiat lingkungan.

Di acara tersebut, ditekankan larangan masuk Goa Kare. Selain itu, para pegiat lingkungan yang tergabung pada Repala, Rumah Baca, dan Yayasan Kalal, juga melakukan gerakan menanam 100 bibit pohon seperti kesambi, trembesi, sengon, jambu monyet, dan nangka.

 

Penulis: Mukhammad Fadlil
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan