Membahayakan, Pembetonan Sisakan Jeda Jalan dengan Trotoar

Sabtu, 19 Desember 2015 | 12:11 WIB

Jeda antara badan jalan yang dibeton dengan trotoar di Jalur Pantura bilangan Soedirman Kota Rembang, Jumat (18/12/2015) siang. (Foto: Mukhammad Fadlil)

 

REMBANG, mataairradio.com – Proyek pembetonan di Jalur Pantura Rembang mulai ruas Soedirman hingga Tireman, masih menyisakan jeda antara badan jalan yang dibeton dengan trotoar.

Kondisi tersebut membahayakan para pengendara karena mereka rawan terperosok.

Menurut Kasatlantas Polres Rembang AKP Ahmad Ghifar Al Ahfaqsy, apabila ada kendaraan yang sampai jatuh, maka dampaknya bisa fatal karena selisih tinggi beton dengan dasar jalan mencapai 30 centimeter.

“Belum lagi, mereka yang terperosok itu akan mengganggu kelancaran lalu lintas,” terangnya.

Ia mencontohkan, pernah ada pemotor bahkan pemobil yang jatuh dari badan jalan yang dibeton. Arus lalu lintas pun menjadi nyaris tersendat.

“Untungnya, kami dibantu masyarakat mengangkat motor dan mobil yang terjatuh itu. Manual. Tidak pakai derek,” kenangnya.

Agar kasus sepeda motor atau mobil yang terperosok tidak terulang, Kasatlantas, sudah berkoordinasi dengan pelaksana proyek.

“Hasilnya, jeda antara badan jalan yang dibeton dengan trotoar seperti di dekat Rumah Makan Cabe, sudah mulai ditutup, juga dengan beton,” kata ia.

Mereka menggarap penutupan jeda antara badan jalan yang dibeton dengan trotoar, dengan kerja secara penuh 24 jam.

Apalagi sesuai kontrak, pekerjaan pembetonan jalan sepanjang 1,6 kilometer itu mesti selesai pada 24 Desember mendatang.

“Kami juga sudah berkoordinasi dengan pejabat pembuat komitmen proyek. Intinya, pekerjaan pembetonan itu dijadwalkan selesai 24 Desember,” tegasnya.

Kabag Ops Polres Rembang Komisaris Johan Setiajid mengaku akan menyiapkan jalur alternatif bagi mobil pribadi.

Hal itu, menurutnya, guna mengantisipasi kerentanan gangguan arus lalu lintas di Jalur Pantura akibat proyek pembetonan yang mungkin belum tuntas sampai 24 Desember mendatang.

Menurutnya, jika sampai saat perayaan Natal masih ada bagian yang belum dibeton dan bagian itu terdapat lubang, maka akan diuruk, agar para pengguna jalur tidak terperosok.

Ia pun menegaskan, koordinasi dengan pihak pelaksana dan pejabat pembuat komitmen proyek, diintensifkan.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan