Mbah Syarof: Gus Tutut itu Keberaniannya Seperti Abahnya, Mbah Cholil

Sabtu, 26 Desember 2020 | 15:03 WIB

Kiai Haji Mohammad Syarofuddin Ismail Qoimas atau Mbah Syarof saat diwawancarai awak-media ihwal sosok Menteri Agama RI Yaqut Cholil Qoumas, pada Jumat (25/12/2020) pagi. (Foto: Wahyu Salvana)

 

REMBANG, mataairradio.com – Kiai Haji Mohammad Syarofuddin Ismail Qoimas atau yang akarab disapa Mbah Syarof mengungkapkan sosok Meneteri Agama Republik Indonesia (Menag RI) Yaqut Cholil Qoumas atau Gus Yaqut yang pandai dan pemberani seperti sang ayah.

Mbah Syarof dahulunya adalah santri kinasih Almarhum Kiai Haji Mohammad Cholil Bisri yang merupakan Ayahanda Menag Gus Yaqut.

“Seperti sejak dulu, Gus Tutut ya kayak gitu. Yang saya amati itu keberaniannya model kayak Mbah Cholil dan model kayak Gus Dur. Ya itu yang saya amati. Di mana-mana itu banyak orang pandai tapi keberanian itu jarang,” jelas Kiai Alumni Pondok Pesantren Raudlatut Thalibin, Leteh-Rembang itu.

Menurutnya, Gus Yaqut dipilih sebagai Menteri Agara RI oleh Presiden Joko Widodo tak lepas dari takdir Tuhan. Bahkan pihak keluarga dan orang-orang dekatnya tidak ada yang menyangka.

Ia menilai, tanggung-jawab Kementerian Agama RI yang diserahkan di tangan Gus Yaqut merupakan hal yang pas dan sesuai dengan kondisi Bangsa Indonesia yang terancam persatuannya karena adanya aksi radikalisme.

“Mungkin itu yang lebih tepat pada saat ada radikalisme yang sudah berkeliaran, Gus Tutut yang paling tepat untuk itu,” pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, Gus Yaqut sudah secara resmi dilantik sebagai Menteri Agama Republik Indonesia (Menag RI) oleh Presiden Joko Widodo, pada Rabu (23/12/2020) pagi, di Istana Negara.

Pada Jumat (25/12/2020) pagi, Menag Gus Yaqut pulang ke rumahnya di Rembang, untuk ziarah ke makam para leluhurnya di Kompleks Tempat Pemakaman Umum Kabongan Kidul dan sowan ke beberapa kiai di Rembang, salah satunya KH Ahmad Mustofa Bisri (Gus Mus).

 

Penulis: Mukhammad Fadlil
Editor: Mukhammad Fadlil




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan