Dikunjungi Romi, Mbah Moen Tetap Tolak Muktamar Surabaya

Saturday, 18 October 2014 | 17:05 WIB

 

Ketua terpilih Hasil Muktamar VIII Partai Persatuan Pembangunan (PPP) di Surabaya, Romahurmuziy. (Foto:Wahyu)

Ketua terpilih Hasil Muktamar VIII Partai Persatuan Pembangunan (PPP) di Surabaya, Romahurmuziy. (Foto:Wahyu)

 

SARANG, mataairradio.com – Ketua terpilih Hasil Muktamar VIII Partai Persatuan Pembangunan (PPP) di Surabaya, Romahurmuziy, Jumat (17/10/2014) malam, mengunjungi Ketua Majelis Syariah PPP, KH Maimoen Zubair di Pondok Pesantren Al Anwar Karang Mangu Kecamatan Sarang.

Rombongan petinggi PPP tiba di kediaman ulama yang akrab disapa Mbah Moen ini sekitar pukul 18.00 WIB. Namun Romi dan kawan-kawan tak langsung ditemui Mbah Moen. Mereka terlebih dahulu diterima oleh KH Majid Kamil MZ, salah satu putra Mbah Moen.

Romi datang bersama Ketua DPW PPP Jawa Timur Musyafak, Ketua DPW PPP Kalimantan Barat Ahmadi Usman, Ketua DPW PPP Banten Mardiono, Ketua DPW PPP Riau Aziz Zaenal, dan Ketua SC Muktamar PPP di Surabaya Rusli Efendi.

Rombongan menunggu di ruang transit tamu hingga pukul 20.15 WIB, sampai akhirnya ditemui oleh Ketua Majelis Syariah PPP. Seusai pertemuan, Majid Kamil MZ yang mengikuti pembicaraan, membeberkan tanggapan Mbah Moen atas kunjungan Romi.

“(Akhirnya) Ditemui. Intinya tetap tidak mengakui muktamarnya (Muktamar VIII PPP di Surabaya yang diprakarsai Romahurmuziy, red.). Tetapi dengan tanggapan yang halus,” ungkap KH Majid Kamil MZ, Ketua DPC PPP Rembang, kepada mataairradio.com, Jumat (17/10/2014) malam.

Sikap Mbah Moen ini sebelumnya sudah disampaikan melalui siaran pers, dimana Majelis Syariah bersama Majelis Pertimbangan Partai dan Majelis Pakar PPP tidak akan mengakui muktamar yang dilakukan oleh pihak yang bersengketa.

Seusai bertemu Mbah Moen, rombongan Romi beringsut menuju ke kediaman Rais Am PBNU KH Ahmad Mustofa Bisri (Gus Mus) di kompleks Pesantren Raudlatut Thalibin Leteh Kecamatan Rembang.

“Silaturahmi saja. Ini kita lakukan karena PPP didirikan salah satunya oleh NU. Mohon doa restu saja agar kepemimpinan nasional PPP ke depan mendapat dukungan dan doa,” kata Romi kepada mataairradio.com, mengenai tujuannya mengunjungi Gus Mus.

Namun lantaran sudah cukup larut malam, rombongan Romi tidak ditemui Gus Mus, tetapi diterima oleh salah seorang pengasuh Pesantren Raudlatut Thalibin yang juga Katib Suriah PBNU KH Yahya Cholil Staquf. Kediaman Kyai Yahya, juga berada di kompleks pesantren ini.

Seusai silaturahmi, kepada mataairradio.com, Romi mengklarifikasi berita yang beredar di media yang menyebut Ketua Majelis Syariah PPP KH Maimoen Zubair, tidak mengakui hasil Muktamar Surabaya.

“Adalah tidak betul, Mbah Moen mengatakan tidak mengakui hasil Muktamar Surabaya. Yang pasti Mbah Moen tunduk pada keputusan Mahkamah Partai yang memiliki kewenangan sesuai undang-undang,” tandasnya.

Namun menurut Romi, Mahkamah Partai memiliki keterbatasan yang diatur oleh undang-undang kaitannya dengan kewenangan yang tidak boleh memiliki hak ultra petita (hak yang tidak terbatas pada permohonan gugatan, red.).

“Apabila keputusan Mahkamah Partai itu tidak sesuai dengan apa yang diminta oleh pemohon, dengan sendirinya akan batal demi hukum,” katanya.

Romi pun mengatakan, Muktamar Surabaya tidak menciderai proses islah yang sedang dilakukan, karena muktamar ini juga dimaksudkan untuk mencapai perdamaian.

“Bahwa prosesnya saja yang dilakukan oleh DPP partai, selain Pak SDA (Suryadharma Ali). Itu tidak menggugurkan semangat keabsahan dan keislahan yang ditawarkan. Mbah Moen akan berada pada pihak yang memiliki legitimasi baik dari pemerintah maupun politik (diakui DPC dan DPW, red.),” katanya.

 

Penulis: Wahyu Salvana

Editor: Pujianto




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan