Mbah Moen Kembali Pimpin Majelis Syariah PPP

Selasa, 25 November 2014 | 22:58 WIB
KH Maimoen Zubair saat menyatakan kesediaan untuk kembali memimpin Majelis Syariah DPP PPP, di Sarang, Selasa (25/11/2014). (Foto: Pujianto)

KH Maimoen Zubair saat menyatakan kesediaan untuk kembali memimpin Majelis Syariah DPP PPP, di Sarang, Selasa (25/11/2014). (Foto: Pujianto)

 

SARANG, mataairradio.com – Ulama sepuh pengasuh Pesantren Al Anwar Sarang Kabupaten Rembang KH Maimoen Zubair dimohon untuk kembali memimpin Majelis Syariah Dewan Pengurus Pusat (DPP) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Tahun 2014-2019.

Permohonan itu terungkap pada saat Ketua Umum DPP PPP Djan Faridz bersilaturahmi ke kediaman Mbah Moen di Kompleks Pesantren Al Anwar Desa Karangmangu Kecamatan Sarang, Selasa (25/11/2014).

Pada kesempatan tersebut, Djan Faridz juga melaporkan hasil Muktamar Jakarta dan situasi terkini setelah dikabulkannya gugatan provisi kubu Muktamar Jakarta.

“Djan Fariz melaporkan hasil keputusan rapat formatur tentang kepengurusan DPP PPP sekaligus memohon kesediaan Mbah Moen untuk memimpin Majelis Syariah DPP PPP Tahun 2014-2019,” ungkap KH Majid Kamil, salah satu putra Mbah Moen kepada mataairradio.com.

Mbah Moen pun menyatakan kesediaannya memimpin kembali Majelis Syariah DPP PPP. Dia berharap agar PPP mampu memperjuangkan amanat umat.

“PPP harus terus di garda depan serta istiqamah memperjuangkan amar makruf nahi mungkar”

“PPP harus hadir memperjuangkan amanat umat”

“Dengan mengucapkan bismillah, saya bersedia menjadi Ketua Majelis Syariah,” kata Mbah Moen.

Pertemuan tersebut diakhiri dengan doa bersama. Turut hadir dalam pertemuan itu rombongan pengurus DPP PPP yakni Ketua Majelis Pertimbangan Partai Suryadharma Ali, Wakil Ketua Umum Humprey Djemat, Habil Marati, Nukman Abdul Hakim, serta Ketua Fraksi PPP Epiyardi Asda dan Sekjen Dimyati Natakusumah.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan