Mayat Suhadi Ditemukan Tersangkut Jaring Nelayan

Kamis, 9 Oktober 2014 | 13:13 WIB
Kapolsek Lasem Iptu Muhammad Syuhada. (Foto: Pujianto)

Kapolsek Lasem Iptu Muhammad Syuhada. (Foto: Pujianto)

 

LASEM, mataairradio.com – Sesosok mayat yang kemudian diketahui sebagai Suhadi (50), warga Desa Leran Kecamatan Sluke ditemukan tersangkut jaring nelayan di wilayah Perairan Gedongmulyo Kecamatan Lasem pada sekitar pukul 06.00 WIB.

“Nelayan asal Dusun Layur Desa Gedongmulyo yang menemukannya di perairan tepi Pantai Caruban sekitar jam enam pagi tadi. Kemudian ditangani oleh pihak Polsek Lasem,” ungkap Kanit Reskrim Polsek Sluke Aipda Yudi Supriyanto kepada mataairradio.com.

Dari informasi yang kemudian dihimpun, seorang nelayan Desa Leran bernama Suhadi dilaporkan hilang sejak Rabu (8/10/2014) pukul 18.00 WIB. Pria ini diketahui berangkat melaut seorang diri, hendak menjemput awak kapal tongkang pengangkut batu bara yang mengantre bongkar di PLTU Sluke.

“Iya, itu mayat Suhadi. Dia berangkat melaut sendirian sekitar pukul 16.00 untuk menjemput karyawan kapal tongkang yang ngantre bongkar batu bara di PLTU Sluke. Namun sampai pukul 18.00, Suhadi tak juga pulang, sehingga keluarganya mencari,” kata Kapolsek Lasem Iptu Muhammad Syuhada.

Suhadi diduga tenggelam setelah perahu yang ditumpanginya ditemui terbalik di Perairan Layur Desa Gedongmulyo, Lasem pada Rabu (8/10/2014) sore sekitar pukul 16.00 WIB.

“Awalnya itu, seorang nelayan bernama Iwan, warga Bonang dihubungi lewat telepon oleh salah satu awak kapal tongkang. Dikabarkan kalau ada perahu nelayan yang terbalik (di sekitar Perairan Layur,” tuturnya.

Iwan kemudian menghubungi Tukin dan Isto, warga Bonang yang lain untuk mendatangi tempat kejadian dan menarik perahu ke dermaga Desa Bonang. Ia yang kemudian mendapat laporan segera menghimpun informasi soal awak perahu serta kemudian melakukan pencarian.

“Begitu mendapat kabar temuan mayat yang tersangkut oleh jaring nelayan dari Layur, kita ya langsung ke lokasi. Sempat kita cari malamnya, namun tak berhasil,” katanya.

Seusai dievakuasi, pihak keluarga Suhadi menolak untuk dilakukan autopsi terhadap mayat. Namun polisi memastikan tak ada tanda kekerasan yang jadi sebab kematian korban. Suhadi meninggal diduga akibat tenggelam.

“Dari pihak keluarga nggak mau ada autopsi. Tapi tidak ada tanda kekerasan. Jenazah pun langsung dibawa pulang keluarga untuk dimakamkan,” pungkas Kapolsek Lasem.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan