Mayat Perempuan Ditemukan Warga di Pantai Jatisari

Jumat, 5 Desember 2014 | 12:05 WIB
Mayat perempuan ditemukan warga di tepi Pantai Jatisari, Jumat (5/12/2014) pagi. (Foto: Pujianto)

Mayat perempuan ditemukan warga di tepi Pantai Jatisari, Desa Jatisari Kecamatan Sluke, Jumat (5/12/2014) pagi. (Foto: Pujianto)

 
SLUKE, mataairradio.com – Mayat seorang perempuan dalam kondisi setengah telanjang dan diperkirakan berumur sekitar 30 tahun ditemukan warga di tepi Pantai Jatisari Kecamatan Sluke pada Jumat (5/12/2014) sekitar pukul 07.00 WIB.

Warga bernama Waji (40), warga RT 5 RW 2 Desa Manggar Kecamatan Sluke menemukannya saat hendak buang air kecil di tepi Jalan Pantura setempat. Ketika pertama kali ditemukan dalam posisi telungkup, tidak ada satu pun identitas yang melekat.

Celananya sudah terpelorot, sehingga bagian separuh punggung hingga bagian paha, telanjang. Perempuan ini mengenakan celana legging warna cokelat, kaos biru, sweater warna abu-abu, celana dalam warna putih, dan bra warna ungu.

Di tubuh mayat perempuan berambut sebahu dan cenderung gemuk ini, terdapat luka gores di bagian perut dan paha kanan, hidung masih mengeluarkan darah, pesuk di bagian pipi, serta mata lebam.

Sekitar tiga meter sebelah timur dari mayat perempuan yang bercat oranye pada semua kuku tangannya itu, ditemukan pula sepasang sandal warna merah jambu dan selembar uang Rp2.000.

“Jam setengah tujuh, saya mengantar cucu ke sekolah di (Dusun) Pendok. Setelahnya, saya pulang dan buang air kecil di sini. Terus saya melihat arah barat dan tampak ada seperti kayu di atas bebatuan pinggir pantai, tetapi ternyata mayat,” ungkap Waji kepada mataairradio.com di lokasi kejadian.

Dua orang rekan Waji, yakni Supardi dan Mui, sempat pula mengecek bahwa yang dilihatnya adalah mayat. Dia pun segera menghubungi kepala desa dan datang ke Mapolsek Sluke.

Seketika, suasana daerah setempat pun menjadi gempar. Sejumlah pengguna jalan menyempatkan berhenti dan melihat apa yang sedang dikerumuni oleh warga.

Polisi segera datang untuk memasang garis polisi atau police line. Sementara tim dari Puskesmas Sluke yang datang bersama polisi segera melakukan visum luar dan bersiap evakuasi.

Dokter Puskesmas Sluke Durrotun Nafisah belum bisa menyimpulkan penyebab kematian perempuan itu. Kapolsek Sluke AKP Joko Purnomo pun hanya bisa menghubungi tim forensik dari Polres Rembang.

“Soal apakah ini korban pembunuhan atau yang lain, kami belum bisa pastikan. Harus dilakukan outopsi. Ini nanti kita bawa ke rumah sakit umum daerah,” terangnya.

Arisomad, warga Desa Manggar yang sehari-hari bekerja sebagai tukang ojek yang mangkal di sekitar lokasi kejadian mengaku tidak sampai melihat ada mobil atau kendaraan yang mencurigakan, berhenti di kawasan itu pada pagi buta atau malam harinya.

“Temen-temen pengojek baru sampai sini (pangkalan ojek) sekitar jam tujuh. Namun ini tadi (saat penemuan), belum ada teman pengojek yang datang. Ya nggak tahu juga malam ada mobil yang parkir sejenak di sini atau tidak,” katanya.

Dia juga menyebutkan, air laut akan pasang hingga pantai setempat pada setiap mulai pukul 14.00 WIB hingga pagi hari. Namun sewaktu penemuan mayat pagi itu, air laut sudah surut.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan