Mayat Perempuan Ditemukan Membusuk di Perbukitan Legok

Monday, 15 December 2014 | 16:52 WIB
Sesosok mayat dalam kondisi membusuk ditemukan warga di lereng Perbukitan Legok Desa Kedung Kecamatan Pancur, Senin (15/12/2014) siang sekitar pukul 11.00 WIB. (Foto:Pujianto)

Sesosok mayat dalam kondisi membusuk ditemukan warga di lereng Perbukitan Legok Desa Kedung Kecamatan Pancur, Senin (15/12/2014) siang sekitar pukul 11.00 WIB. (Foto:Pujianto)

 

PANCUR, mataairradio.com – Sesosok mayat dalam kondisi membusuk ditemukan warga di lereng Perbukitan Legok Desa Kedung Kecamatan Pancur, Senin (15/12/2014) siang sekitar pukul 11.00 WIB. Sempat sulit diidentifikasi identitasnya karena ditemukan tertelungkup, mayat itu ternyata perempuan.

Saat pertama kali ditemukan oleh warga yang kebetulan melintas mengangkut kayu, tubuh bagian bawah mayat tersebut sudah tak tertempel lagi sehelai benang pun.

Posisinya terjungkal dengan kepala di bawah. Sementara, pakaian yang masih melekat, tampak kumal dan menutup semua bagian kepala.

Mikran, salah satu warga Desa Kedung menuturkan, lokasi penemuan mayat berada pada jarak sekitar 1,5 kilometer dari permukiman.

“Meski demikian, banyak warga yang kemudian bergegas mendatangi lokasi, begitu mendengar kabar temuan mayat membusuk,” ungkapnya.

Kepala Desa Kedung Supri yang juga mendapat laporan dari warga, segera mendatangi penemuan tersebut. Sejurus kemudian, dia menghubungi petugas polisi di Polsek Pancur. Sembari menunggu kedatangan aparat, Supri juga mengontak Kepala Desa Japeledok Kecamatan Pancur.

“Beberapa hari sebelum penemuan mayat ini, Kades Japeledok mengabarkan bahwa ada salah satu warganya yang lanjut usia menghilang dari rumah,” kata Supri.

Sementara pihak Polsek Pancur yang sesaat kemudian tiba di lokasi memastikan bahwa mayat tersebut berjenis kelamin perempuan.

Pihak keluarga dari Japeledok yang juga mendatangi lokasi, menyatakan perempuan itu adalah Suwardah (64), warga RT 5 RW 1. Kapolsek Pancur AKP Suwardi mengungkapkan, korban hilang sejak 9 Desember lalu.

“Diduga korban yang mulai pikun itu terpeleset jatuh dan sulit bangun. Lantaran tidak segera mendapat pertolongan karena lokasi jauh dari permukiman, sehingga korban meninggal,” katanya.

Kapolsek menambahkan imbauan, agar warga yang memiliki anggota keluarga telah pikun, untuk melakukan pengawasan secara lebih. Jika lepas kontrol, orang yang pikun bisa tersesat apabila sampai berjalan-jalan hingga keluar kampung.

“Mereka akan mudah terjatuh karena sulit mengenal medan. Dampak paling fatal, apabila mereka sampai mengalami celaka dan tidak segera tertolong, yang bersangkutan bisa sulit ditemukan bahkan ditemui meninggal,” pungkasnya.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan