Mati Listrik Tiga Jam, Kinerja RSUD Dipertanyakan

Sabtu, 18 April 2015 | 15:11 WIB
Salah satu kamar perawatan di RSUD dr R Soetrasno Rembang yang gelap dan diterangi lampu darurat, ketika mati listrik selama hampir tiga jam sejak pukul 17.30 WIB, Jumat (17/4/2015). (Foto: mataairradio.com)

Salah satu kamar perawatan di RSUD dr R Soetrasno Rembang yang gelap dan diterangi lampu darurat, ketika mati listrik selama hampir tiga jam sejak pukul 17.30 WIB, Jumat (17/4/2015). (Foto: mataairradio.com)

 

REMBANG, mataairradio.com – Kinerja pelayanan di Rumah Sakit Umum Daerah dr R Soetrasno Rembang dipertanyakan setelah terjadi mati listrik tiga jam sejak pukul 17.30 WIB, Jumat (17/4/2015) kemarin. Ratusan pasien dan penunggunya resah karena khawatir terjadi sesuatu yang tidak diinginkan.

Karena mati lampu itu, sebagian pasien termasuk yang anak-anak tampak keluar dari kamar perawatan karena tak betah gerah. Sebagian dari mereka pun terlihat menyalakan lilin. Ketua Komisi D DPRD Rembang Henry Purwoko tampak pula mendatangi rumah sakit, diduga setelah menerima laporan warga.

“Kami langsung menanyai sejumlah pasien sebelum beranjak ke ruang jenset untuk mengecek penyebab mati listrik. Mati listrik terjadi akibat ledakan di panel listrik rumah sakit. Tetapi hal itu tidak bisa dijadikan alasan. Sebab kepercayaan publik terhadap RSUD bisa turun akibat kasus tersebut,” katanya.

Juru bicara rumah sakit daerah Giri Saputro mengakui, terjadi korsleting di panel pembagi listrik di rumah sakit. Sempat diperbaiki dan dinyalakan, tetapi malah terjadi ledakan. Arus listrik dari jenset pun menjadi tidak bisa dialirkan ke setiap penjuru rumah sakit.

Dia membantah minimnya perawatan di ruang kelistrikan rumah sakit. Menurutnya, kejadian malam itu di luar prediksi. Rumah sakit telah memastikan tiap kabel kini sudah saling aman jaraknya. Giri pun mengakui, banyak pasien yang komplain karena menganggap pihaknya kurang tanggap.

“Soal keluhan yang muncul karena petugas tak segera memberikan solusi atau sekadar pemberitahuan, kami menduga itu lebih karena kepanikan petugas sehingga tidak semua pasien terlayani. Namun saya berani memberi jaminan, hal serupa tidak akan terulang di masa mendatang,” tambahnya.

Sementara itu berdasarkan pantauan mataairradio pada Sabtu (18/4/2015) pagi, hampir semua pasien sudah kembali tertangani. Sejumlah penunggu pasien mengakui sempat panik dan resah akibat insiden mati listrik selama hampir tiga jam itu. Mereka menyebut kasus itu memalukan dan agar tak lagi terulang.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan