Material Listrik Langka, PLN Rembang Stop Pasang Baru

Kamis, 15 Mei 2014 | 16:52 WIB
Manajer PLN Rayon Rembang, Jarmuji. (Foto:Pujianto)

Manajer PLN Rayon Rembang, Jarmuji. (Foto:Pujianto)

REMBANG, MataAirRadio.net – Warga di Kabupaten Rembang tidak bisa memasang listrik baru mulai 8 Mei ini. PT PLN (Persero) Rayon Rembang menyetop pasang baru listrik untuk sementara akibat kelangkaan material utama.

Manajer PLN Rayon Rembang Jarmuji mengatakan, hingga Kamis (15/5) ini, material utama seperti KWH meter belum dikirim dari PLN Distribusi Jawa Tengah. Stok material yang ada di Distribusi pun tidak sebanding dengan jumlah warga yang kini masuk dalam daftar tunggu.

Setiap ada produksi material, terlebih dahulu harus dibagi di delapan rayon, meliputi Cepu, Blora, Rembang, Juwana, Pati, Kudus, Jepara, dan Bangsri. Jarmuji pun mengklaim, ketersendatan pasokan KWH meter dialami pula di rayon lain di lingkup PLN Area Kudus.

Selain menyetop pasang baru listrik, pihak PLN belum juga memasang setrum di 820 pelanggan yang masuk dalam daftar tunggu. Jaminan kualitas berupa maksimal lima hari menyala setelah pendaftaran, menjadi pepesan kosong belakangan ini.

Jarmuji mengakui adanya persepsi buruk dari sebagian masyarakat sebagai akibat dari kelangkaan material listrik. Atas ketersendatan ini, pihaknya memohon maaf. Dia menegaskan tidak bisa banyak berbuat untuk mengantisipasi keterbatasan material.

Menurutnya, saat pertama kali menjabat sebagai Manajer PLN Rayon Rembang pada awal Maret lalu, daftar tunggu sebanyak 2.500 orang. Sejak itu sampai sekarang, pihaknya baru dua kali mendapat kiriman material.

Jarmuji menambahkan, selain calon pelanggan dari kalangan rumah tangga, PLN pun mengangguhkan pasang baru untuk listrik industri. Dia menyebut listrik industri memerlukan banyak investasi. Sebab selain KWH meter, juga membutuhkan trafo dan jaringan baru.

Hingga April kemarin, jumlah pelanggan listrik di Rembang sekitar 154.000 orang. Sekitar 19.000 pelanggan di antaranya adalah pengguna listrik prabayar. (Pujianto)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan