Masyarakat Butuh Dukungan untuk Lestarikan Karawitan

Kamis, 19 April 2018 | 17:51 WIB

Upaya melestarikan karawitan melalui lomba yang digelar dalam rangka memeringati Hari Kartini 2018. (Foto: mataairradio.com)

 

REMBANG, mataairradio.com – Masyarakat Kabupaten Rembang membutuhkan dukungan dari Pemerintah untuk melestarikan karawitan. Pasalnya, kesenian ini mulai terpinggirkan, sedangkan publik luar negeri justru tengah menggandrungi.

Kartono, salah satu seniman karawitan di Rembang menilai, sebenarnya masyarakat yang menyukai karawitan, masih cukup banyak.

“Namun, para pemuka dan pihak yang berwenang tidak mendorong minat masyarakat dengan bantuan fasilitas,” katanya kepada mataairradio.com.

Menurutnya, keinginan masyarakat di desa; misalnya untuk latihan karawitan, terantuk oleh tidak adanya sarana gamelan. Ia berharap dukungan Pemerintah, tak terkecuali Pemerintah di desa dan kabupaten, agar karawitan tidak punah di daerah sendiri.

Sekretaris Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Rembang Karsono menyatakan, pihaknya sudah berupaya melestarikan karawitan.

“Salah satu caranya, kami menyediakan sarana untuk latihan di komplek Sanggar Budaya Rembang. Kita latihan bersama,” terangnya.

Namun, kalangan masyarakat yang memanfaatkan sanggar, tidak banyak. Padahal di sanggar tersebut, telah disediakan dua set alat musik gamelan. Selain itu, Rabu (18/4/2018) kemarin, pihaknya juga menggelar lomba karawitan.

“Pesertanya adalah siswa dan para perempuan. Ada masing-masing delapan kelompok dari kalangan siswa SMP dan para ibu dari organisasi wanita di Rembang,” sebutnya.

Lomba ini diyakini dapat memupuk kecintaan masyarakat terhadap karawitan.

Sementara itu, dalam lomba karawitan yang sekaligus untuk memeringati Hari Kartini, Pemkab memberikan uang pembinaan bagi para pemenang. Juara pertama dihadiahi uang Rp3 juta, juara kedua Rp2,5 juta, dan juara ketiga Rp2 juta. Selain itu, bagi juara empat, lima, dan enam mendapat Rp1,5 juta.

 

Penulis: Mukhammad Fadlil
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan