Masa Tugas Panwascam dan Panwas Kabupaten Dipangkas

Saturday, 10 October 2015 | 18:03 WIB
Ketua Panwas Pilkada Rembang Totok Suparyanto. (Foto: Pujianto)

Ketua Panwas Pilkada Rembang Totok Suparyanto. (Foto: Pujianto)

 
REMBANG, mataairradio.com – Masa tugas panitia pengawas pemilihan di tingkat kecamatan dan di tingkat kabupaten untuk Pilkada 2015 di Kabupaten Rembang dipangkas, seiring rasionalisasi anggaran bagi panwas menjadi tinggal Rp3,5 miliar.

Panwas Pilkada Rembang sempat lega karena di pembahasan kebijakan umum anggaran APBD Perubahan 2015, anggarannya hanya dikurangi Rp330 juta menjadi Rp5 miliar. Tetapi saat pembahasan APBD Perubahan 2015, anggaran itu dirasionalisasi lagi Rp1,5 miliar, jadi Rp3,5 miliar.

Ketua Panwas Pilkada Rembang Totok Suparyanto menjelaskan, pemangkasan masa tugas panwascam dari 9 menjadi 8 bulan, dan panwaskab dari 12 menjadi 10 bulan, menjadi dampak rasionalisasi anggaran.

“Masa tugas PPL tetap 6 bulan. Itu amanat Bawaslu. Tapi yang panwascam kita kurangi dari 9 jadi 8 bulan. Kalau panwas kabupaten dari 12 menjadi 10 bulan. Untuk yang manajemen risiko kalau terjadi sengketa hasil pemilihan, tidak kita anggarkan. Ini masih dihitung staf sekretariat,” ungkapnya.

Totok juga menjelaskan, kuasa pengguna anggaran pengawasan Pilkada 2015 di Rembang, bukan dirinya, melainkan kepala sekretariat Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Jawa Tengah.

“Karena itu, setelah penetapan APBD-P 2015, Jumat (9/10/2015) kemarin, NPHD dituntut cepat ditandatangani,” katanya.

Menurutnya, paling tidak pada Oktober ini, naskah perjanjian hibah daerah sebesar Rp3,5 miliar untuk Panwas Pilkada Rembang, diharap bisa klir. Dia mengakui, pemangkasan itu membuat kinerja pihaknya terganggu, meski tidak secara signifikan.

“Tidak ada keabsahan pengawasan yang berpotensi terlanggar, hanya gara-gara pemangkasan anggaran tersebut,” katanya.

Dia menyatakan tetap berkomitmen menyukseskan pilkada dengan penuh tanggung jawab.

Mengenai kemungkinan panwas mengajukan lagi anggaran di APBD Induk 2016 seperti yang diajukan oleh panwas di beberapa kabupaten lain di Jawa Tengah, Totok menegaskan, tidak mengusulkan tambahan alokasi anggaran.

“Tidak lah (mengusulkan anggaran lagi di APBD 2016),” tegasnya yang dihubungi melalui sambungan telepon, Sabtu (10/10/2015) siang.

Menurutnya, personel di kesekretariatan sudah terperas otaknya, hanya untuk “bongkar-pasang” anggaran. Bahkan dia mengaku malu karena banyak berita soal panwas yang justru berkutat soal anggaran.

“Kami sudah tidak mau lagi fokus soal anggaran, tetapi akan beralih ke pengawasan,” pungkasnya.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan