Petugas Mantri Ternak di Kecamatan Sumber Kosong

Kamis, 24 April 2014 | 19:02 WIB
Seorang petugas inseminator memberikan inseminasi ternak sapi milik salah satu warga Desa Grawan Kecamatan Sumber, belum lama ini. (Foto:Pujianto)

Seorang petugas inseminator memberikan inseminasi ternak sapi milik salah satu warga Desa Grawan Kecamatan Sumber, belum lama ini. (Foto:Pujianto)

SUMBER, MataAirRadio.net – Petugas mantri ternak di Kecamatan Sumber, kini kosong. Petugas peternakan di kecamatan ini meninggal dunia ketika hendak bertugas di Desa Jadi Kecamatan Sumber, Minggu 20 April lalu.

Kepala Bidang Peternakan Dinas Pertanian dan Kehutanan Kabupaten Rembang Agus Iwan Haswanto mengaku belum menentukan petugas pengganti Jupri, mantri ternak yang meninggal dunia akibat serangan jantung dan darah tinggi itu.

Namun Iwan menyatakan sudah memanggil tiga orang mantri ternak yang bertugas di sekitar daerah operasional Jupri. Bidang Peternakan mengklaim, tidak ada gangguan pelayanan sepeninggal petugas berusia 52 tahun.

Menurut Iwan, Jupri selama ini bertugas di Sumber I yang membawahi Desa Sumber, Polbayem, Kedungtulup, Jatihadi, dan Jadi. Tiga orang petugas yang kini mengkaver wilayah tugas Jupri, adalah Totok yang bertugas di Pos Krikilan, Adi di Pos Sekarsari, dan Wawan di Grawan.

Pihak Bidang Peternakan menyebutkan, selain sebagai mantri ternak, Jupri juga seorang petugas inseminator. Menurutnya, dari sisi jumlah tenaga mantri ternak dan petugas inseminator, Rembang memiliki cukup.

Disebutkannya, ada 40 petugas inseminator yang sekarang ada, sepeninggal Jupri. Mereka bertugas di 30 wilayah kerja, sehingga jumlahnya surplus. Sementara untuk mantri ternak, jumlahnya satu di setiap kecamatan. Kecuali Sumber yang ditinggalkan Jupri.

Agus Iwan Haswanto menambahkan, tentang pengganti Jupri, hingga Kamis (24/4) siang, masih dalam proses pengkajian di tingkat dinas. Ia menyebutkan, dalam waktu dekat, penggantinya diyakini sudah ada.

Jupri yang warga Desa Ngotet Kecamatan Rembang meninggal dunia sebelum menginseminasi ternak sapi milik Sudarno, warga Desa Jadi. Dia diketahui mendadak lemas sebelum sempat turun dari sepeda motor. Jupri sempat dievakuasi warga ke dalam rumah, namun nyawanya tak tertolong. (Pujianto)

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan