Mantan Kepala DPU Rembang Dijebloskan ke Penjara Gegara Korupsi Proyek Jalan

Selasa, 13 Juni 2023 | 20:45 WIB

Kajari Rembang (kiri) Muhammat Fahrurozi didampingi Kasi Pidsus (kanan) Wisnu Ngudi Winowo saat diwawancarai wartawan, Selasa (13/6) siang. (Foto: Mukhammad Fadlil)


REMBANG, mataairradio.com –
Seorang mantan Kepala Dinas Pekerjaan Umum atau DPU (Sekarang DPUTARU) Kabupaten Rembang Mujoko dijebloskan ke penjara oleh pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) Rembang.

Mujoko dieksekusi oleh Pihak Kejari Rembang dari rumahnya sekitar pukul 14.00 WIB, kemudian dimasukkan ke penjara di Rutan Kelas IIB Rembang.

Kepala Kejaksaan Negeri Rembang Muhammat Fahrurozi mengungkapkan, mujoko telah diputus bersalah oleh Pengadilan Negeri Tipikor Semarang, dengan hukuman lima tahun.

Serta mengembalikan uang kerugian negara sebesar Rp250 juta. Uang tersebut harus sudah dibayar sebelum habis masa kurungan pokok.

Apabila tidak dibayarkan, pihak Kejaksaan bisa menyita harta kekayaan yang dimiliki untuk menutup kewajiban membayar uang kerugian negara.

Berdasarkan putusan pengadilan, Mujoko telah melakukan Tindak Pidana Korupsi melanggar Pasal 2 Ayat 1 Junto Pasal 18 UU 31 1999. Junto UU RI No 20 2001. Junto Pasal 55 Ayat 1 KUHP.

Lebih lanjut, Muhammat Fahrorozi mengungkap, Mujoko melakukan rasuah atas proyek Peningkatan Jalan Lodan-Kalipang, Sarang. Proyek pada tahun anggaran 2016 itu, nilai kontraknya Rp3.745.968.000.

Ketika proyek itu berlangsung, waktu itu Mujoko selaku Pejabat Pengguna Anggaran (PA) dan Kepala Dinas Pekerjaan Umum Rembang.

Kasus mulai mencuat sewaktu dari pihak Inspektorat Rembang menemukan kelebihan bayar pada proyek sebesar Rp710.538.000. Kelebihan bayar itu akhirnya dibebankan kepada para tersangka, termasuk Mujoko yang kebagian mengembalikan senilai Rp250 juta.

Sedangkan Widodo selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPKom) yang juga sudah dipenjara berkewajiban mengembalikan sebesar Rp150 juta.

Selain itu, juga ada terpidana dari rekanan yakni Kuswandi. Dia berkewajiban mengembalikan Rp100 juta, dan terpidana Hamdun mengembalikan Rp200 juta.

“Sudah kami lakukan eksekusi Selasa hari ini. Yang bersangkutan dalam kondisi sakit sejak persidangan, sebelum pemeriksaan sudah sakit,” jelas Kajari Rembang.

Kajari menerangkan, yang bersangkutan ditetapkan sebagai tahanan rumah semenjak penyidikan. Penyebabnya, waktu itu yang bersangkutan dalam kondisi sakit. Bahkan saat eksekusi dilakukan, terpidana Mujoko juga berada di atas kursi roda.

“Tahanan rumah ada batasannya sampai putusan inkrah. Setelah inkrah, karena pidana 5 tahun ya kemudian tahanan rumah gak bisa lagi dilaksanakan. Maka kita laksanakan tahanan Rutan,” pungkasnya.

Penuli/Editor: Mukhammad Fadlil




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan