Mantan Kabag Keuangan Anggap Keterangan Subakti Menyesatkan

Jumat, 30 Mei 2014 | 15:39 WIB
Bambang Wahyu Widodo, aktivis anti-korupsi di Rembang. (Foto:Pujianto)

Bambang Wahyu Widodo, aktivis anti-korupsi di Rembang. (Foto:Pujianto)


REMBANG, MataAirRadio.net –
Mantan Kabag Keuangan Setda Rembang Maskuri menganggap keterangan yang disampaikan mantan Inspektur Kabupaten Rembang Subakti pada sidang perkara dugaan korupsi dana penyertaan modal PT Rembang Bangkit Sejahtera Jaya (RBSJ) menyesatkan publik.

Subakti yang dihadirkan sebagai saksi ahli memberikan keterangan bahwa dana penyertaan modal Rp25 miliar merupakan pinjaman dari kas daerah. Dia menyebut pinjaman kas daerah tidak dilarang. Asisten I Setda Rembang menyebut pula, pinjaman kas daerah merupakan suatu kelaziman.

Namun menurut Maskuri, Subakti tidak menyebutkan bahwa pinjaman dana untuk penyertaan modal PT RBSJ dibebankan pada pos jenis belanja tak tersangka. Mestinya sebagai aparatur Negara, Subakti mengungkap isi SK Bupati tentang Otorisasi Anggaran Nomor 347 Tahun 2006 yang menyebut pinjaman dana untuk penyertaan modal PT Rembang Sejahtera Mandiri atas beban belanja tak tersangka.

Pada persidangan 21 Mei kemarin, Bupati Nonaktif Rembang Mochammad Salim menegaskan dana yang digunakan untuk penyertaan modal awal PT RBSJ milik pemerintah kabupaten tersebut bukan dana tak tersangka. Menurutnya, modal awal dipinjam dari kas daerah.

Pinjaman tersebut terpaksa dilakukan karena situasi yang mendesak untuk mendirikan badan usaha milik Pemkab Rembang, PT RBSJ yang saat itu bernama PT Rembang Sejahtera Mandiri atau RSM. Salim juga mengakui pencairan dana kas daerah pada pos belanja tak tersangka dilakukan sebelum pengesahan perubahan APBD 2006.

Bambang Wahyu Widodo, aktivis anti-korupsi di Rembang mengatakan, keterangan yang menyesatkan Majelis Hakim bisa dipidanakan. Ada jerat pasal pidana bagi saksi yang memberikan kesaksian dengan keterangan yang tidak sebenarnya. Bambang menganggap keterangan dari Subakti, merupakan titipan pihak tertentu.

Persidangan perkara dugaan korupsi penyertaan modal PT RBSJ kini segera memasuki babak baru. 4 Juni mendatang, JPU (Jaksa Penuntut Umum) dijadwalkan membacakan tuntutan hukuman bagi terdakwa Moch Salim. Salim didakwa melanggar Pasal 2 dan 3 Undang-Undang Tindak Pidana Korupsi serta melanggar Pasal 55 dan 56 KUHP. Yang bersangkutan bisa dipidana paling singkat satu tahun. (Pujianto)

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan