Manajemen Merasa PSIR Digembosi

Rabu, 11 Juni 2014 | 16:50 WIB
Manajer PSIR Siswanto. (Foto:Pujianto)

Manajer PSIR Siswanto. (Foto:Pujianto)

REMBANG, MataAirRadio.net – Manajemen Laskar Dampo Awang merasakan adanya upaya penggembosan di tubuh PSIR. Saat ini, sejumlah pemain mulai terkesan ogah-ogahan bermain, sedangkan dua orang di kursi kepelatihan PSIR, melempar sinyal mundur.

Manajer PSIR Siswanto mengaku merasakan pula adanya provokasi di internal klub. Namun dia belum mencium faktor pemicunya. Jika soal gaji yang dijadikan alasan, PSIR disebut sebagai klub yang paling peduli soal gaji, meski besarannya tidak tinggi.

Kalaupun sekarang masih ada tunggakan pembayaran gaji bulan Mei, bagi Siswanto itu bukan persoalan utama. Sebab di klub lain, tunggakan gaji bisa sampai tiga bulan. Musim lalu pun pernah terjadi tunggakan gaji, tetapi pemain dan pelatih tetap loyal.

Soal sinyal mundur dari Pelatih Bambang Handoyo dan Pelatih Kiper Joko Purwanto, Siswanto yakin keduanya masih akan bertahan. Meski diakuinya, beberapa kali Bambang mengajukan mundur alias rehat dari kursi pelatih, karena alasan kesehatan.

Meski merasakan adanya upaya penggembosan, Siswanto menyatakan tetap fokus menyelamatkan tim. Sebab, jika PSIR sampai terhenti di tengah kompetisi, PSIR bakal terlempar ke level Divisi II. Jika sudah begitu, untuk kembali ke “track” Divisi Utama, butuh biaya tinggi.

Saat ini, pihak manajemen tengah mengupayakan pengucuran dana segar, buah dari komitmen Plt Bupati Rembang dalam membantu PSIR agar selamat dari krisis keuangan. Menurut rencana, persoalan tunggakan pembayaran gaji pemain, bakal selesai 20 Juni ini.

Mengenai posisinya sebagai manajer, Siswanto mengaku tidak terlalu mempersoalkan. Jika ada pengganti yang memiliki komitmen lebih baik dan kecintaan yang tulus terhadap PSIR, dia siap merelakan. Hanya agar tidak mengganggu jalannya kompetisi, pergantian itu mestinya saat musim ini berakhir.

Pelatih PSIR Bambang Handoyo membenarkan bahwa akhir-akhir ini, para pemainnya tampil kurang gereget. Kekalahan 0-2 dari Persip Pekalongan pada Minggu (8/9) kemarin, akibat dari antusiasme pemain yang rendah dalam laga.

Setelah memimpin Yoni Ustaf dan kawan-kawan bertanding di Pekalongan, dia mengajukan “pensiun” dari kursi kepelatihan PSIR karena kendala kesehatan. Namun Joko Purwanto belum bisa dikonfirmasi mengenai sinyal mundur yang beredar. (Pujianto)

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan