Manajemen Belum Ambil Keputusan Bubarkan PSIR Rembang

Sabtu, 2 Mei 2015 | 20:54 WIB
Tim PSIR Rembang dalam sebuah pertandingan pada musim lalu. (Foto:Rif)

Tim PSIR Rembang dalam sebuah pertandingan pada musim lalu. (Foto:Rif)

 
REMBANG, mataairradio.com – Manajemen PSIR Rembang belum mengambil keputusan untuk membubarkan tim Laskar Dampo Awang, menyusul keputusan PSSI yang menghentikan seluruh kompetisi sepak bola di Indonesia setelah menggelar rapat Komite Eksekutif di Kantor PSSI, Jakarta, Sabtu (2/5/2015).

“Kita belum mengambil keputusan untuk membubarkan PSIR, dikarenakan Menpora minggu depan akan memberikan tanggapan dan pembentukan tim transisi,” ungkap Manajer Pemasaran PSIR Wahyu Adi Hermawan ketika dihubungi oleh mataairradio.com, Sabtu (2/5/2015) malam.

Adi mengaku menyesalkan keputusan penghentian seluruh kompetisi sepak bola di Tanah Air. Semestinya, semua pihak duduk satu meja untuk mengambil solusi terbaik.

“Harusnya, mari (semua pihak) duduk satu meja. Bukankah disebut duduk persoalan, duduk jika ada persoalan,” katanya seraya mengutip salah satu kata bijak.

Dia juga mengaku akan mengagendakan pertemuan dengan unsur manajemen PSIR, secepatnya. Apalagi juga mendapat undangan pertemuan di Ciamis yang dikabarkan mengundang Menpora, PSSI, dan semua pemangku kepentingan.

“(Pertemuan dengan semua unsur manajemen PSIR) Segera kita agendakan. Ada undangan dari PSGC Ciamis, tanggal 5 di Ciamis untuk semua klub DU (Divisi Utama, red.) dengan mengundang Menpora, PSSI, dan semua stakeholdernya,” bebernya.

Seperti diberitakan, PSSI memutuskan untuk menghentikan kompetisi karena kondisi force majeure. Keputusan ini
mengikat, tidak hanya untuk PT Liga Indonesia, tetapi seluruh klub dan stakeholder sepak bola Indonesia, demikian ungkap Wakil Ketua Umum PSSI, Hinca Panjaitan, saat melakukan jumpa pers.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan