Maling Spesialis Traktor Beserta Penadah Berhasil Dibekuk Polisi

Rabu, 24 Maret 2021 | 15:15 WIB

Kapolres Rembang AKBP Kurniawan Tandi Rongre saat gelar perkara, menunjukkan sejumlah barang bukti berupa mesin dan kerangka traktor, serta dua unit mobil yang dipakai pelaku untuk beraksi, di Halaman Belakang Mapolres Rembang, pada Rabu (24/3/2021) pagi. (Foto: Mukhammad Fadlil)

 

REMBANG, mataairradio.com – Pihak Satuan Reserse Kriminal Polres Rembang berhasil membekuk kawanan maling spesialis traktor. Ada tiga orang yang diduga pelaku pencurian traktor beserta satu orang penadah.

Kapolres Rembang AKBP Kurniawan Tandi Rongre mengungkapkan, keempat terduga pelaku tersebut merupakan seorang pria, yang memiliki peran dan tugas yang berbeda-beda.

Masing-masing adalah Wawan Heriyanto (27) warga Desa Pomahan-Sulang yang bertugas mengemudikan mobil untuk mengangkut barang curian.

Kemudian Jaelani Abidin alias Ebiet (35) warga Desa Ngulaan-Bulu tugasnya melepas mesin dari kerangka traktor dan Mustono alias Mbutul (36), warga Desa Pasedan-Bulu berperan sebagai pengawas untuk memantau situasi di lokasi tempat dimana ketiganya akan beraksi.

Sedangkan satu orang lagi adalah Kaswi (52) warga Desa Bumirejo, Kecamatan Juwana, Kabupaten Pati yang berperan sebagai penadah barang hasil dari pencurian.

“Ada sembilan mesin dan empat kerangka traktor kami berhasil amankan dari pelaku. Mereka ini beraksi dengan menggunakan mobil xenia, untuk mengangkut barang curian berupa mesin traktor. Jok mobilnya dibongkar untuk menaruh mesin curian,” terangnya.

Kurniawan mengungkapkan, ada dua unit mobil yang digunakan pelaku untuk beraksi. Keduanya sama-sama merek daihatsu jenis xenia, bernomor polisi B-1169-UYQ dan K-8569-LD. Kedua kendaraan tersebut merupakan barang rentalan atau menyewa.

Ia menambahkan, dari keterangan pelaku, mereka sudah beraksi di 18  TKP (Tempat Kejadian Perkara), sejak 2020-2021 di empat kabupaten di Provinsi Jawa Tengah.

“Barang hasil curian mereka jual dengan harga Rp4 juta per unit. Sedangkan penadah menjualnya lagi dengan harga Rp6 juta per unit. Mereka sudah kita amankan. Ada beberapa tersangka lagi yang masih dalam pengembangan,” imbuh Kapolres Kurniawan.

Atas perbuatannya, Wawan, Jaenal, dan Mustono terjerat Pasal 363 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP), tentang pencurian dan pemberatan. Ancaman hukuman paling lama tujuh tahun penjara.

Sedangkan, Kaswi dijerat dengan Pasal 480 KUHP, tentang tindak pidana penadahan, sehingga terancam dihukum penjara paling lama empat tahun.

 

Penulis: Mukhammad Fadlil
Editor: Mukhammad Fadlil




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan