Maling Embat Motor Dua Dokter Muda RSUD Rembang

Sabtu, 1 November 2014 | 13:37 WIB
Ilustrasi maling motor. (Foto:thumbs.dreamstime.com)

Ilustrasi maling motor. (Foto:thumbs.dreamstime.com)

 

REMBANG, mataairradio.com – Kawanan maling menyatroni rumah indekos koas atau dokter muda RSUD Rembang di kawasan Jalan Taman Bahagia, sisi utara Klinik Citra Medika, masuk wilayah Desa Kabongan Kidul Kecamatan Rembang, Sabtu (1/11/2014) dini hari. Dua sepeda motor dimalingi.

Rumah indekos ini tercatat milik Atikah, warga Kabongan Kidul. Saat kejadian, dua orang dokter muda yang sepeda motornya dicuri ini, sedang berada di luar kota. Di rumah tersebut, hanya ada teman korban yang sesama koas.

Informasi yang dihimpun, rekan korban sudah menutup pintu pagar dan menguncinya dengan gembok dari dalam sekitar pukul 23.00 WIB, sebelum tidur. Sementara, dua sepeda motor milik Dea Ayutri dan Nurul Hidayati Sulkyi, diparkir di tempat biasa, di samping rumah dan tak dimasukkan dalam kamar.

Pagi harinya sekitar pukul 06.00 WIB, teman korban bangun tidur dan mendapati gembok pagar tidak ada, pintu pagar dalam keadaan terbuka, juga kedua sepeda motor raib.

Dua sepeda motor itu masing-masing jenis Yamaha Mio warna hitam bernomor polisi BD 4627 GE milik Dea dan jenis Honda Vario warna hitam metalik bernomor polisi AB 6799 HU milik Nurul.

Sekitar pukul 06.30 WIB, teman korban yang menolak untuk disebutkan namanya ini, mengabarkan kejadian tersebut ke Polsek Rembang. Sementara dua koas yang menjadi korban pencurian, baru melaporkannya pada siang hari.

“Betul. Sudah dilaporkan di Polsekta Rembang dan korban sedang diminta keterangannya. Ini saya pas di Lasem,” kata Kepala Unit Reserse dan Kriminal Polsek Kota Rembang Ipda Heri Basuki ketika dihubungi mataairradio.com, Sabtu (1/11/2014) siang.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan