Maling Motor Ditembak Setelah Kabur dari Rumah Sakit

Jumat, 24 Januari 2014 | 16:33 WIB
Sunaryo alias Leles dilumpuhkan dengan timah panas polisi, setelah nekat kabur dari bangsal perawatan di RSUD dr R Soetrasno Rembang, Jumat (24/1) sekitar jam tiga dini hari. (Foto:MataAirRadio.net)

Sunaryo alias Leles dilumpuhkan dengan timah panas polisi, setelah nekat kabur dari bangsal perawatan di RSUD dr R Soetrasno Rembang, Jumat (24/1) sekitar jam tiga dini hari. (Foto:MataAirRadio.net)

SARANG, MataAirRadio.net – Sunaryo alias Leles dilumpuhkan dengan timah panas polisi, setelah nekat kabur dari bangsal perawatan di RSUD dr R Soetrasno Rembang, Jumat (24/1) sekitar jam tiga dini hari. Sebelumnya, Leles dirawat di Ruang Bougenville rumah sakit itu karena luka-luka akibat dihajar warga setelah kepergok mencuri sepeda motor milik Jumadi, bayan Desa Bajing Meduro Kecamatan Sarang, Kamis (23/1) dini hari kemarin.

Kepala Bidang Pengembangan dan Informasi RSUD dr R Soetrasno Rembang Giri Saputro mengungkapkan, pasien tersebut diketahui kabur pada sekitar jam lima pagi. Dia juga mengaku heran yang bersangkutan bisa kabur, padahal tangan kanannya diborgolkan ke ranjang. Pihak rumah sakit pun segera berkoordinasi dengan petugas keamanan setempat dan menghubungi polisi.

Tim Resmob Polres Rembang segera dikerahkan untuk memburu pelaku. Kasatreskrim Polres Rembang AKP Joko Santoso mengaku bisa menangkap residivis itu pada sekitar jam sembilan pagi atau selang 3,5 jam setelah mendapat laporan dari Kapolsek Sarang. Karena masih berusaha kabur saat pengejaran, polisi terpaksa menyarangkan timah panas ke betis kaki kiri pelaku. Dia diringkus sebelum masuk Sarang.

Sementara itu, ketika ditemui di Mapolres Rembang, Sunaryo alias Leles mengaku nekat kabur karena suasana rumah sakit sedang lengang. Hampir semua petugas di rumah sakit itu tertidur. Dia menilai situasi ketika itu aman untuk kabur.

Pria berusia 44 tahun asli Sale ini mengaku kabur setelah berhasil membuka borgol yang melingkar di tangan kanannya dengan menyogokkan bilah bambu ke bagian gembok. Begitu pengait itu lepas, dia kabur melalui pagar belakang, dekat dengan kamar mayat. Leles lalu berjalan ke arah utara, kemudian menumpang bus ke arah Sarang.

Di hadapan para awak media dan polisi, Leles juga mengaku sudah lima kali ini tertangkap dalam kasus pencurian. Dia menyatakan siap mati ditembak, jika kelak keluar dari penjara, kembali mencuri. Selama ini, hasil dari bekerja sebagai tenaga serabutan, disebut Leles tidak cukup untuk menghidupi keluarga. Apalagi dia mengaku punya banyak hutang, sehingga nekat nyolong.

Kapolres Rembang AKBP Muhammad Kurniawan menambahkan, Leles akan dijerat dengan Pasal 363 KUHP tentang Pencurian dengan Pemberatan. Ancaman hukumannya maksimal sembilan tahun penjara. Polisi mengamankan dua alat penyogok dan kendaraan sebagai barang bukti tindak kejahatan Leles. (Pujianto)

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan