Maling Motor Dibekuk saat Jual Hasil Curian

Jumat, 29 September 2017 | 18:01 WIB

Barang bukti sepeda motor curian (kanan) dan sarana kejahatan dari Rasmin (24) warga Desa Ngasinan Kecamatan Kragan yang diamankan oleh polisi. (Foto: mataairradio.com)

 

REMBANG, mataairradio.com – Seorang tersangka maling sepeda motor bernama Rasmin (24) warga Desa Ngasinan Kecamatan Kragan dibekuk polisi saat sedang menjual kendaraan hasil curiannya di daerah setempat, baru-baru ini.

Tersangka beraksi mencuri sepeda motor jenis Honda CB150R dengan nomor polisi K 4860 AW warna hitam merah milik Ahmad Muhtar (17) warga RT 5 RW 1 Desa Doropayung, Pancur pada 27 Agustus silam di Padaran, Rembang.

Kepala Satuan Reserse Kriminal Kepolisian Resor Rembang AKP Ibnu Suka mengatakan, tersangka mencuri sepeda motor tersebut dari parkiran di samping garasi mobil rumah Wasir di Desa Padaran saat ditinggal nonton Dangdut.

“Tersangka menggunakan kunci palsu saat beraksi. Di jok sepeda motor Honda CB150R yang dicuri itu juga terdapat satu unit telepon seluler merek Andromax warna putih, sehingga ikut raib namun kini ikut kami amankan,” katanya.

Selain mengamankan sepeda motor dan ponsel yang sempat dicuri oleh tersangka, polisi juga menyita sepeda motor jenis Honda Vario warna hitam dengan nomor polisi K 4509 AW yang dipakai sarana beraksi, sebagai barang bukti.

Kasatreskrim juga mengatakan, diduga kuat tersangka tidak beraksi sendirian alias bersama seorang temannya yang kini kabur, dan sedang dalam perburuan polisi, tetapi pelaku sempat berkelit-kelit saat diperiksa oleh penyidik.

“Kami menahan tersangka, dan sampai Jumat (29/9/2017) ini masih diperiksa. Tersangka juga terlibat pencurian sepeda motor jenis Honda Revo di daerah Sale dan Supra 125 di daerah Pamotan pada April dan Mei 2017,” katanya.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan