Menyamar Pembeli Bensin, Maling Curi Duit SPBU

Minggu, 6 April 2014 | 16:17 WIB
Perempuan operator di SPBU Gajahmada Rembang. (Foto GajahmadaSPBU)

Perempuan operator di SPBU Gajahmada Rembang. (Foto:GajahmadaSPBU)

KALIORI, MataAirRadio.net – Uang tunai sekitar tiga juta rupiah di laci operator amblas akibat pencurian disertai kekerasan yang terjadi di SPBU Desa Purworejo Kecamatan Kaliori, Sabtu (5/4) sekitar jam enam petang. Dua orang pria tak dikenal mencurinya dengan berpura-pura membeli bensin dalam jeriken.

Awalnya dua orang masing-masing berusia sekitar 20 dan 40 tahun datang dengan mengendarai sepeda motor jenis Suzuki Skydrive tanpa pelat nomor. Mereka membawa jeriken dan meminta salah satu operator SPBU, mengisikan bensin ke dalamnya. Operator SPBU bernama Eka melayani salah satu pria yang berusia sekitar 20 tahun.

Namun, saat Eka mulai mengisikan bensin, pria yang lain yang berusia sekitar 40 tahun, mengambil uang di laci operator. Siti Sumarni, operator lain di SPBU itu mengetahui aksi tersebut. Dia lantas meneriaki maling dan sempat akan merebut kunci sepeda motor. Namun pelaku menendang Sumarni yang tengah hamil hingga terjatuh. Setelah itu pelaku kabur ke arah barat pantura.

Kapolsek Kaliori Iptu Muhammad Syuhada yang dihubungi pada Minggu (6/4) pagi, mengaku belum mendapat laporan resmi dari pihak SPBU. Namun pihaknya sudah melakukan olah TKP dan melakukan penyelidikan di lapangan.

Berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan, saat kejadian, dua operator lainnya yang laki-laki sedang menunaikan salat magrib. Selain tak berpelat nomor, sepeda motor yang digunakan oleh pelaku dibalut cating warna hitam dop. Pelaku yang berusia sekitar 20 tahun berciri kurus, tinggi badan sekitar 165 centimeter, dan bertindak sebagai pembonceng.

Sedangkan pelaku yang berumur sekitar 40 tahun, berperawakan gemuk, gempal, dan merupakan pengemudi sepeda motor. Kapolsek Kaliori mengatakan, mestinya saat ditinggal salat, operator yang perempuan tetap didampingi satu laki-laki.

Iptu Muhammad Syuhada pun berharap kepada setiap pengelola SPBU agar melengkapkan kamera pengintai di tempat usahanya. Menurutnya, jalur pantura bisa jadi selalu sepi pada saat petang hari. Pelaku kejahatan pun bisa memacu kencang kendaraannya saat kabur.

Kasus pencurian di kawasan SBPU hampir tidak pernah terjadi di wilayah hukum Polres Rembang, setidaknya dalam empat bulan terakhir. Kasus ini pun lantas disikapi oleh pengelola SPBU lainnya. M Syafik, pengelola SPBU Tireman mengaku akan lebih berhati-hati setelah kejadian tersebut. Di SPBU-nya sudah ada tiga orang tenaga keamanan yang bekerja secara bergiliran dan dilengkapi dengan CCTV. (Pujianto)

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan